logo rilis
Indonesia Bisa Maksimalkan Peranan DK PBB untuk Kemerdekaan Palestina
Kontributor
Nailin In Saroh
09 Juni 2018, 21:01 WIB
Indonesia Bisa Maksimalkan Peranan DK PBB untuk Kemerdekaan Palestina
Bendera Palestina, FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua DPR Taufik Kurniawan menilai, terpilihnya Indonesia sebagai Anggota Tidak Tetap Dewan Keamanan (DK) PBB dapat memaksimalkan peran Tanah Air untuk mewujudkan kemerdekaan Palestina.

"Dengan terpilihnya Indonesia sebagai DK PBB, Indonesia dapat memaksimalkan perannya, salah satunya memperjuangkan kemerdekaan Palestina, dan perdamaian dunia pada umumnya," kata Taufik di Jakarta, Sabtu (9/6/2018).

Menurutnya, dukungan Indonesia pada kemerdekaan Palestina selama ini diperjuangkan di berbagai forum pun dapat diberikan secara maksimal. DPR RI pun melalui sidang antar parlemen juga bisa memastikan Indonesia mampu mendukung kemerdekaan Palestina.

"Indonesia juga dapat memaksimalkan perannya dalam berbagai isu konflik dunia, salah satunya penanganan krisis Rohingya, Myanmar. Isu terkait terorisme, intoleransi, maupun isu-isu lain yang berdampak pada perdamaian dan keamanan dunia," jelasnya.

Taufik menjelaskan, peran Indonesia terhadap perdamaian dunia juga dapat semakin berpengaruh setelah terpilih sebagai Anggota DK PBB ini.

"Hal ini juga sesuai dengan amanat UUD 1945 kita, yang mengamanatkan Indonesia berperan dalam menciptakan perdamaian dunia. Semoga selama dua tahun mendatang, Indonesia semakin memberikan pengaruh pada perdamaian dunia," tuturnya.

Selain itu, hal lain yang harus menjadi perhatian Indonesia adalah rencana pertemuan antara Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump dan Pemimpin Tertinggi Korea Utara Kim Jong Un, yang akan digelar dalam waktu dekat di Singapura. Sebab, menurut Taufik pertemuan kedua pemimpin negara itu berpengaruh pada keamanan dan perdamaian dunia.

Di sisi lain, Wakil Ketua Umum DPP PAN itu memastikan, selama ini DPR selalu mendukung upaya Indonesia untuk menjadi Anggota DK PBB dalam kurun waktu beberapa tahun terakhir.

Dia mencontohkan, dalam Sidang Inter Parliamentary Union (IPU) yang digelar di Jenewa, Swiss, pada Maret 2018, delegasi DPR RI meminta negara yang hadir dalam sidang itu untuk mendukung Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB.

"Selain itu, dalam kesempatan DPR menerima kunjungan delegasi parlemen negara lain, maupun saat DPR melakukan kunjungan ke parlemen negara sahabat, termasuk saat DPR menerima kunjungan Duta Besar negara sahabat, kita selalu meminta negara-negara Anggota PBB untuk mendukung Indonesia menjadi Anggota Tidak Tetap DK PBB," tukasnya.

Diketahui, Indonesia akan menjadi anggota tidak tetap DK PBB untuk Periode 2019-2020. Indonesia terpilih dengan perolehan suara sebanyak 144 dari 190 negara anggota MU PBB, sementara itu Maladewa yang menjadi pesaing Indonesia hanya memperoleh 46 suara.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


komentar (0)