logo rilis
Indo Barometer: Elektabilitas Djarot-Sihar Unggul dari Edy-Ijeck
Kontributor
Sukma Alam
14 Juni 2018, 07:22 WIB
Indo Barometer: Elektabilitas Djarot-Sihar Unggul dari Edy-Ijeck
Ilustrasi: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Medan— Hasil lembaga survei Indo Barometer menunjukan pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus unggul di pemilihan gubernur Sumatera Utara tahun 2018.

"Ini hasil survei Indo Barometer terbaru, Djarot-Sihar unggul," kata Direktur Eksekutif Indobarometer M Qodari, Rabu (14/6/2018).

Menurut Qodari, pihaknya telah melakukan survei pada 26 Mei hingga 2 Juni 2018 dengan mengambil 800 sampel yang tersebar di 33 kabupaten/kota di Sumatera Utara.

Dengan metode multistage random sampling dengan teknik wawancara tatap muka menggunakan kuisioner, pihaknya mendapatkan hasil survei dengan tingkat kepercayaan 95 persen dan margin error lebih kurang dari 3,46 persen.

Dari hasil survei Indo Barometer, tingkat elektabilitas pasangan Djarot-Sihar unggul tipis 37,8 persen dibandingkan pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah yang memperoleh elektabilitas 36,9 persen.

Sedangkan masyarakat yang belum menentukan pilihan dalam pemilihan gubernur Sumatera Utara tersebut sebesar 25,4 persen.

Dari proses yang dilakukan Indobarometer, kedua pasangan calon itu mengalami peningkatan elektabilitas dari hasil survei sebelumnya yang dilakukan oleh Indobarometer pada Februari 2018.

"Dari hasil survei yang kita lakukan pada Februari lalu, Edy-Ijeck mengalami tren peningkatan dari 25,8 persen meningkat menjadi 36,9 persen atau meningkat 11,1 persen," ujarnya.

Sementara itu pasangan Djarot-Sihar yang tingkat elektabilitas sebelumnya 26 persen meningkat menjadi 37,8 persen atau mengalami peningkatan 11,8 persen.

Pemilihan gubernur Sumatera Utara diikuti dua pasangan calon yakni pasangan Edy Rahmayadi-Musa Rajekshah (nomor urut 1) yang didukung PKS, PAN, Partai Nasdem, Partai Golkar, Partai Hanura, dan Partai Gerindra.

Sedangkan nomor urut 2 adalah pasangan Djarot Saiful Hidayat-Sihar Sitorus yang didukung PDI Perjuangan dan PPP.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)