logo rilis

Impor Terus, Rizal Ramli Pertanyakan Blue Print Pemerintah Atasi Gejolak Harga
Kontributor
Nailin In Saroh
29 Januari 2019, 21:01 WIB
Impor Terus, Rizal Ramli Pertanyakan Blue Print Pemerintah Atasi Gejolak Harga
Rizal Ramli, FOTO: RILIS.ID/Nailin In Saroh

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Menteri Koordinator Bidang Maritim, Rizal Ramli menilai kebijakan impor pemerintah bukanlah solusi yang tepat terhadap sejumlah persoalan ekonomi nasional, salah satunya gejolak harga.

Bahkan, dia mempertanyakan pemerintah, lantaran seharusnya sudah memiliki blue print alias kerangka kerja yang jelas dalam mengatasi berbagai persoalan termasuk gejolak harga.

"Kok tidak ada blue print? Supaya ini hanya masalah temporer. Tapi 5 tahun harusnya ada blue print supaya masalah jagung kita cukup," ujar Rizal di Jakarta, Selasa (29/1/2019).

Rizal menjelaskan, tanpa adanya blue print maka impor komoditas seperti beras dan jagung kerap menjadi jalan keluar yang diambil pemerintah.

"Jadi bukan setiap ada kesulitan, rapat, keluarkan izin impor. Setiap kali ada gejolak harga, menteri rapat, keluarkan surat impor sekian ratus ribu ton. Kalau gitu mah anak SD saja kita angkat jadi menteri," tegasnya.

Untuk itu, Rizal Ramli pun membeberkan sejumlah strategi untuk membuat Indonesia lepas dari status importir menjadi eksportir beberapa komoditas pokok, seperti beras, gula, dan jagung. Strategi pertama ialah membuka satu juta lahan pertanian baru.

"Mau tidak mau, kita harus buka 1 juta hektar sawah baru. Tapi jangan terlalu berpetualang, bereksperimen seperti sawah pasang surut zaman Pak Harto 1 juta. Itu di Kalimantan gagal karena kualitas airnya beda," jelasnya.

Menurut dia, sawah baru dengan total 1 juta hektare tersebu dapat dibuka di sejumlah daerah seperti Sulawesi Tengah, Sulawesi Tenggara, Memberamo, dan Bangka. Dengan demikian, akan ada tambahan produksi beras hingga 5 juta ton setiap tahun.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID