logo rilis

Impor Gandum Tinggi, Akademisi: Pemerintah Kebangetan
Kontributor
Ainul Ghurri
23 Maret 2018, 19:03 WIB
Impor Gandum Tinggi, Akademisi: Pemerintah Kebangetan
Gandum. FOTO: pixaba

RILIS.ID, Jakarta— Akademisi Institut Pertanian Bogor (IPB), Dwi Andreas Santosa, geram dengan sikap pemerintah. Soalnya, konsumsi gandum impor melonjak signifikan dalam dua tahun terakhir.

"Selama dua tahun ini impor gandumnya tinggi banget, karena pemerintahnya juga kebangetan," ujarnya saat dihubungi rilis.id di Jakarta, Jumat (23/3/2018).

Pola konsumsi gandum di Indonesia dimulai pada 1969. Saat itu, Indonesia mengalami krisis beras, sehingga Amerika memberikan bantuan pangan. Satu di antaranya gandum.

"Masyarakat Indonesia mulai mengonsumsi bahan pangan berbasis gandum pada waktu itu. Tapi, proporsinya teramat kecil," jelasnya.

Baca: Impor Gandum Mengancam Kedaulatan Pangan Nasional

Belakangan, konsumsi gandum melonjak drastis. Maraknya iklan pangan berbasis gandum menjadi pemicunya.

"Masyarakat ini didik oleh iklan-iklan bahan pangan berbasis gandum tiap hari. Ya, semakin lama kebutuhannya makin meningkat," terang Dwi Andreas.

"Jadi, hampir 100 persen konsumsi pangan pokok kita (sekarang) hanya dua. Yaitu, beras dan gandum. Lainnya hilang dengan sendirinya," tuntas dia.

Baca: Masyarakat yang juga Doyan Konsumsi Gandum

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)