Home » Bisnis

Ichsan Firdaus: Impor Beras Pil Pahit yang Harus Ditelan

print this page Jumat, 12/1/2018 | 19:33

FOTO: RILIS.ID/ Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Anggota Komisi IV DPR RI Ichsan Firdaus mengatakan, keputusan pemerintah melakukan impor beras merupakan pil pahit yang harus ditelan. Pasalnya, langkah tersebut mesti diambil sebagai dampak kurangnya antisipasi pemerintah dalam menangani masalah produksi beras. 

"Keputusan ini merupakan pil pahit dari kurangnya antisipasi pemerintah dalam analisa kondisi perberasan nasional, sejak akhir 2017," kata Ichsan Firdaus di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Data produksi beras, menurut Anggota Fraksi Partai Golkar itu, tidak akurat. Jika benar, data produksi gabah nasional 2017 sebesar 77 juta ton GKG atau setara dengan 38,5 juta ton beras. Sedangkan konsumsi beras nasional sekitar 31,5 juta ton, artinya surplus.

"Seharusnya kita mengalami surplus sekitar 7 juta ton beras. Tapi kenyataannya, per awal Januari 2018 harga beras naik cukup mengkhawatirkan dan meluas ke seluruh Indonesia," tegasnya.

Ichsan menambahkan, secara logika ekonomi, supply dan demand menjadi persoalan gejolak harga. Ini karena supply ke pasar bermasalah. Bahkan, lanjutnya, Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla mengakui stok beras Tanah Air kurang.

"Seharusnya, gejolak harga beras tidak terjadi bila data produksi gabah nasional 2017 benar. Tapi faktanya, stok beras di Bulog tersisa di bawah satu juta ton. Itu mengkhawatirkan," tandasnya. 

Penulis Zul Sikumbang
Editor Intan Nirmala Sari

Tags:

Impor BerasIchsan FirdausAnggota Komisi IV