Home » Bisnis

Impor Beras Jadi Alarm Tanda Krisis

print this page Jumat, 12/1/2018 | 08:35

FOTO: RILIS.ID/ Taufiq Saifuddin

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Dewan Presidium Nasional (DPN) Pemuda Tani Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (HKTI), Rina Saadah Adisurya, mengatakan, sektor pertanian tak lagi menopang pertumbuhan ekonomi terbesar.

Ini diakibatkan adanya pergeseran mindset agraris yang berdampak pada terbukanya keran impor beras Tanah Air. Padahal, sektor agraris ini sebelumnya mendominasi perekonomian Indonesia.

"Buktinya kan produk-produk pertanian yang pernah menjadi penopang utama pertumbuhan ekonomi, saat ini hanya dapat dipenuhi dengan memngimpor dari negara tetangga," kata Rina saat di konfirmasi rilis.id di Jakarta, Jumat (12/1/2018).

Menurutnya, sektor pangan adalah aspek paling utama dalam kehidupan bernegara. Sehingga, saat muncul keputusan untuk mengimpor beras, itu jadi pertanda ada krisis di sektor pertanian Tanah Air.

"Ini menjadi alarm yang sedang berbunyi, bahwa sektor pertanian Indonesia dilanda krisis, khususnya ketersediaan beras," ujar Rina.

Untuk menanggulangi kebiasaan impor, Rina pun meminta kepada pemerintah untuk kembali fokus membangun sektor pertanian dan pangan.Itu merupakan hal fundamental bagi suatu bangsa.

"Jadi kalaupun terjadi, itu hanya untuk menutup kekurangan produksi pangan. Mengimpor sepatutnya dipandang sebagai langkah taktis semata, demi mengatasi krisis produksi pangan dalam negeri dan jangan jadi kebiasaan," tandasnya.

Sebelumnya Kementerian Perdagangan (Kemendag) memastikan akan mengimpor beras pada 2018 ini. Tujuannya, menghindari kekurangan pasokan beras.

"Saya tidak mau mengambil risiko kekuarangan pasokan. Maka, saya mengimpor beras khusus, beras yang tidak ditanam di dalam negeri," ujar Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita, di Jakarta, Kamis (11/1).

Dia menerangkan, meski saban hari terjadi panen di sejumlah daerah, tapi jumlahnya tak memadai. Diperkirakan, pasokan beras nasional baru akan terpenuhi pada Februari-April 2018.

Menurut Enggar, beras impor akan tiba di Tanah Air pada akhir Januari. Dia pun berharap tak ada pertentangan terkait kebijakan tersebut, karena masalah perut dan pangan menjadi prioritas utama yang harus dipenuhi.

Penulis Taufiq Saifuddin
Editor Intan Nirmala Sari

Tags:

Impor BerasKetua HKTIRina Saadah Adisurya