logo rilis

Impor Beras, Fadli Zon: Akibat HET Beras Tak Masuk Akal
Kontributor
Zul Sikumbang
14 Januari 2018, 11:02 WIB
Impor Beras, Fadli Zon: Akibat HET Beras Tak Masuk Akal
Pekerja mengangkut beras di Gudang Pasar Beras Cipinang. FOTO:RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Umum Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI) Fadli Zon menilai impor beras sebesar 500 ribu ton yang dilakukan pemerintah adalah dampak dari Harga Eceran Tertinggi (HET) beras yang tak masuk akal. 

Menurut dia, saat keseimbangan harga di pasar beras berada di atas Rp9.000 per kilogram, pemerintah malah menetapkan HET beras medium, misalnya, di angka Rp9.450 per kilogram. Kebijakan tersebut dianggap benar-benar sulit dinalar. Bahkan muncul kesan kebijakan HET itu seakan-akan merupakan prakondisi untuk melegitimasi impor beras awal tahun ini. Tidak hanya itu, pemerintah dinilai membesar-besarkan kenaikan harga beras, sehingga muncul opsi adanya impor

"Kalau harga beras naik, sementara di sisi lain pemerintah mengklaim produksi beras sebenarnya sedang surplus, maka yang seharusnya dilakukan pemerintah adalah melakukan operasi pasar, dan bukannya impor. Impor beras disaat menjelang panen hanya akan menekan harga gabah petani. Harga gabah petani pasti anjlok. Jadi, kebijakan tersebut sebenarnya hanya menyakiti petani saja. Lagi pula, angka impor 500 ribu ton itu apa dasar perhitungannya,” kata Fadli kepada rilis.id, di Jakarta, Minggu (14/1/2018).

Dia menyebut, jika pemerintah memang memiliki kekurangan stok beras, artinya selama ini ada kebohongan data dengan klaim surplus beras.

“Saya berharap agar setiap rencana impor, berapa jumlah yang perlu diimpor, dan kapan sebaiknya impor dilakukan, dikaji secara matang dan transparan dulu. Jadi tidak ujug-ujug muncul angka 500 ribu ton tanpa ada dasar alasannya,” kata Waketum Partai Gerindra itu.

Hal penting lainnya, lanjutnya, impor beras harus melalui kajian yang tepat. Kajian tersebut berupa jumlah dan waktu yang sudah dikalkulasi secara matang. Impor pun harus dilakukan oleh Badan Urusan Logistik (Bulog).

“Jangan cari untung dengan dalih stabilkan harga. Bulog juga tidak boleh ambil untung dari impor beras. Itu sebabnya proses impor oleh Bulog juga harus transparan dan diawasi ketat. Kita tak ingin petani dihancurkan oleh impor beras. Kita juga harus mencegah impor beras ini semacam jalan perburuan rente,” pungkas Fadli.


#impor beras
#Himpunan Kerukunan Tani Indonesia (DPN HKTI)
#Fadli Zon
#Impor 500 ribu ton
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)