logo rilis

Impor 500 Ribu Ton Beras, Bukti Pemerintah Tak Mampu Kendali Pasokan
Kontributor
Tio Pirnando
14 Januari 2018, 08:09 WIB
 Impor 500 Ribu Ton Beras, Bukti Pemerintah Tak Mampu Kendali Pasokan
Stok beras di Gudang Pasar Beras Cipinang, Jakarta. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Ketua Fraksi Parta Keadilan Sejahtera (PKS) DPR RI Jazuli Juwaini mengatakan keputusan pemerintah melakukan impor 500 ribu ton beras dari Vietnam dan Thailand untuk menstabilkan harga beras dinilai kurang tepat. Impor ini menunjukkan ketidakmampuan pemerintah dalam mengendalikan pasokan harga dan pasokan perberasan nasional.

"Solusi instan yang diambil pemerintah adalah impor, ini menunjukkan tata niaga perberasan yang sangat buruk," ujar Jazuli dalam keterangan tertulis kepada rilis.id, di Jakarta, Minggu (14/1/2018).

Padahal, kata Jazuli, Menteri Pertanian (Mentan) Andi Amran Sulaiman mengakui berdasarkan data yang dimilikinya bahwa produksi beras nasional sebenarnya surplus. Namun, pemerintah, dalam hal ini Menteri Perdagangan Enggartiasto Lukita sangat lemah dalam koordinasi dan supervisi sehingga tidak mampu mengintervensi dan mengendalikan stok pangan yang ada di pasar. 

"Ketika ada gangguan dalam rantai pasok, harga langsung naik dan pasokan berkurang drastis. Kebijakan impor ini jelas tidak tepat dan merugikan petani," tegas Jazuli

Menurut Jazuli, masuknya beras impor di tengah surplus produksi petani dipastikan akan memukul harga beras di tingkat petani dan memperburuk nasib mereka. 

"Kebijakan impor 500 ribu ton beras ini sekaligus menunjukkan rendahnya keberpihakan dan perhatian pemerintah pada petani," tandas anggota Komisi I DPR RI ini.


#Petani
#Impor Beras
#Pemerintah
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)