logo rilis
Imparsial: Pilkada DKI Jadi Pelajaran Penting
Kontributor
Afid Baroroh
25 Maret 2018, 19:16 WIB
Imparsial: Pilkada DKI Jadi Pelajaran Penting
Koordinator peneliti Imparsial, Ardi Manto Adiputra (kedua kanan). FOTO: RILIS.ID/Afid Baroroh

RILIS.ID, Jakarta— Koordinator peneliti Imparsial, Ardi Manto Adiputra, mengatakan, Pemilihan Kepala Daerah (Pilkada) DKI 2017 menjadi pelajaran penting dalam "pesta demokrasi". Soalnya, kontestasi "kotak suara" di Ibu Kota sarat dengan isu suku, agama, ras, dan antargolongan (SARA).

"Kelompok yang merasa berhasil pada Pilkada DKI kemarin, mengalahkan lawan dengan isu SARA. Ini menjadi pelajaran penting. Mereka akan berlaku sama di Pilkada 2018 dan selanjutnya," ujarnya di di Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Jakarta, Minggu (25/3/2018).

Menurut Ardi, kelompok yang bermain isu SARA pada Pilkada DKI 2017 merupakan partisan dengan latar belakang agama atau etnis tertentu. "Untuk Pilkada DKI, mereka dipimpin FPI dan kawan-kawan," jelasnya.

Dia khawatir, kelompok tersebut kembali bermain pada Pilkada 2018 di 171 daerah. Namun, dengan isu lain.

Jika di DKI isunya agama dan etnis, di daerah lain diyakini tema yang diusung terkait kelompok minoritas tertentu. Di Jawa Barat, misalnya, menggunakan isu anti-Syiah.

"Ini model adopsi politik kebencian dari politik DKI. Meski ada perbedaan sedikit, tetapi berhasil membuka peluang lebih besar untuk terulang di daerah lain," pungkas Ardi.

Editor: Fatah H Sidik


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)