logo rilis
Imam Palestina yang Tewas Diberondong Peluru di Malaysia Diduga Ulah Mossad
Kontributor
Yayat R Cipasang
21 April 2018, 21:29 WIB
Imam Palestina yang Tewas Diberondong Peluru di Malaysia Diduga Ulah Mossad
ILUSTRASI: Hafiz

RILIS.ID, Kualalumpur— Imam asal Palestina Dr Fadi MR Albatsh (35) ditembak mati di depan Kondominium Idaman Puteri, Jalan Meranti, Taman Medan, Kuala Lumpur, Malaysia, oleh dua pelaku yang menaiki sepeda motor, Sabtu (21/4/2018).

Kepala Polisi Kuala Lumpur Datuk Seri Mazlan Lazim di Kuala Lumpur mengatakan, pihaknya menerima informasi laki-laki Arab berusia 35 tahun ditembak mati oleh dua laki-laki yang menaiki sepeda motor pukul 06.00 pagi. Saat itu korban hendak shalat Subuh.

"Penyelidikan awal mendapatkan pelaku menaiki sepeda motor melepaskan lebih 10 tembakan. Pemeriksaan awal mendapatkan terdapat empat bekas tembakan di tubuh korban. Polisi menemukan dua selongsong peluru di lokasi kejadian," katanya.

Imam Fadi adalah imam Palestina yang didatangkan oleh Aqsa Syarif dan MyCARE setiap bulan Ramadhan sejak tahun 2014. Dia ditembak di kepala dalam perjalanan ke surau Medan Idaman, Gombak, untuk menunaikan shalat Subuh.

Dosen perguruan tinggi swasta ini meninggalkan tiga anak dan seorang istri. Dia sudah sering memberikan ceramah ke seluruh Malaysia.

"Modus operandi pembunuhan imam Palestina di Malaysia tersebut menunjukkan pembunuhnya sudah lama merencanakan kejadian itu," kata Presiden Persatuan Ulama Malaysia (PUM) Datuk Al-Syeikh Abdul Halim Abdul Kadir.

Dia mengatakan kejadian tersebut hampir sama dengan pembunuhan melibatkan seorang tokoh ulama Palestina, Syeikh Ahmad Yassin yaitu ketika keluar untuk menunaikan shalat Subuh.

"Banyak yang mengenali almarhum seorang yang baik dan biasa menjadi imam termasuk ketika shalat Tarawih pada bulan Ramadan.

Almarhum juga aktif mendapatkan dana kemanusiaan untuk rakyat Palestina khususnya di Gaza.

Abdul Halim mengatakan PUM mengutuk pembunuhan tersebut dan meminta aparat melakukan penyelidikan terperinci bagi mereka yang terlibat pembunuh dan merencanakan untuk di bawa ke pengadilan.

Kepada Aljazeera, oragtua Albatsh menuding agen rahasia Israel, Mossad, berada di balik kematian putranya. Ia mendesak otoritas Malaysia segera melakukan penyelidikan atas peristiwa pembunuhan pekerja di sektor energi ini. Albatsh dikenal sebagai seorang ilmuwan muda Palestina dari Jabalia di Jalur Gaza. 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)