logo rilis
Ikan Patin Jatim Diminati Pasar Eropa
Kontributor

22 April 2018, 21:14 WIB
Ikan Patin Jatim Diminati Pasar Eropa
Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jawa Timur, Heru Tjahjono, menunjukkan ikan patin yang diproduksi Jatim. FOTO: RILIS.ID/Budi Prasetyo

RILIS.ID, Surabaya— Pemerintah Provinsi (Pemprov) Jawa Timur tengah gencar meningkatkan produksi ikan patin, mengingat potensi permintaan pasar cukup besar. Soalnya, secara kualitas tak kalah dengan ikan dori yang biasa disajikan di restoran.

"Ikan patin saat ini banjir permintaan. Karena ini ikan lokal yang sama dengan ikan dori," ujar Kepala Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, Heru Tjahjono, saat ditemui rilis.id di ruang kerjanya, Surabaya, Minggu (22/4/2018). 

Berdasarkan data Dinas Kelautan dan Perikanan Jatim, produksi ikan patin mulai meningkat, bahkan melampaui target pada 2017. Dari 6.180 ton, realisasinya mencapai 7.563 ton. Sebanyak 154 ton di antaranya, diekspor.

Negara Eropa menjadi tujuan utama pengiriman ikan patin. "Kebetulan Vietnam di-banned. Sehingga, kita bisa masuk ke Eropa," jelasnya.

Heru menambahkan, ikan patin yang diekspor sudah melewati pengujian standar kelayakan pengolahan dan kualitas kontrol. Begitu juga dengan pengepakannya, ikan patin ini di-fillet.

Untuk meningkatkan produksi ikan patin, Pemprov Jatim pun memberikan bantuan dan penambahan kapasitas serta lahan baru usaha fillet patin. Dengan begitu, diyakini target produksi 10 ribu ton pada 2018 tercapai.

"Ini merupakan program hulu-hilir Pak Gubernur. Mulai dari perhatian pada pembudi daya sampai ke packaging-nya, yakni dengan fillet patin," urainya.

Katanya, ada beberapa wilayah di Jatim menjadi sentra produksi patin. Dari 38 kabupaten/kota, produksi terbanyak dari Tulungagung. Di sana, produksi memenuhi kebutuhan 50 ton per hari.

"Kami terus berupaya meningkatkan kualitas ikan dengan cara memberikan penyuluhan terhadap cara budi daya yang baik," terang Heru.

Dia melanjutkan, Pemprov Jatim juga fokus dengan budi daya lele, selain patin. lele. Kandungan nutrisi ikan ini sangat dianjurkan bagi pertumbuhan anak. Kini tinggal mengubah persepsi kotor lele. 

"Ikan lele di Jatim itu masuk yang terbaik. Setelah melewati verifikasi, tinggal sekarang persepsinya yang diubah. Kami lakukan visible terus terhadap para pembudidaya," tandasnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)