logo rilis
Ijtimak Ulama II Dinilai Tak Punya Pengaruh Signifikan
PENULIS : , Zulhamdi Yahmin
18 September 2018, 12:55 WIB
Ijtimak Ulama II Dinilai Tak Punya Pengaruh Signifikan
Politisi PKB Abdul Kadir Karding. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Sekjen PKB, Abdul Kadir Karding, mengatakan Ijtimak Ulama II yang mengusung bakal capres Prabowo-Sandiaga tidak akan berpengaruh signifikan dalam pilpres 2019 nanti.

"Jadi tidak ada yang panik dengan keputusan itu (Ijtimak Ulama II) biasa saja," kata Karding saat dikonfirmasi di Jakarta pada Selasa (18/9/2018).

Kata dia, mereka yang menamakan diri Ijtimak Ulama, tidak merepresentasi ulama seluruh Indonesia, hanya sebagian kecil, segelintir orang saja.

Justru sebaliknya, menurut Karding, dukungan kepada Jokowi-KH Ma'ruf lebih banyak dan berasal dari para ulama dan kiyai-kiyai yang memiliki pondok pesantren.

"Kiyai-kiyai yang memiliki jamaah itu untuk Pak Jokowi dan Kyai Maruf. Kemarin itu ada pertemuan sekitar 450 kyai yang semuanya terdata memiliki pondok pesantren," sambungnya.

Sebelumnya, hasil Ijtimak Ulama II secara resmi menyatakan dukungannya kepada pasangan bakal calon Presiden dan Wakil Presiden Prabowo Subianto dan Sandiaga Uno.

Dukungan ini dikukuhkan dalam bentuk pakta integritas yang ditandatangani oleh Prabowo dalam sidang pleno Ijtimak Ulama II yang digelar pada Minggu, 16 September kemarin.

Politisi PDI Perjuangan, Eva Kusuma Sundari, meminta dukungan Ijtimak Ulama II kepada pasangan Prabowo Subianto-Sandiaga Uno tak menjadikan isu agama kembali muncul di Pilpres 2019. 

Karena menurut dia, memainkan isu agama dalam kontestasi pilpres akan berdampak buruk bagi kualitas demokrasi di Indonesia. 

"Kualitas demokrasi jangan dimundurin dengan isu-isu agama," kata Eva kepada rilis.id.

Dia memastikan, Tim Kampanye Nasional Joko Widodo-Ma'ruf Amin tak akan memunculkan isu agama dalam proses kampanyenya nanti.

Editor:




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID