logo rilis
IHSG Terpukul Spekulasi Kenaikan Suku Bunga BI
Kontributor
Elvi R
26 April 2018, 12:21 WIB
IHSG Terpukul Spekulasi Kenaikan Suku Bunga BI
ILUSTRASI: Humas FXTM

RILIS.ID, Jakarta— Research Analyst FXTM Lukman Otunuga menyebut, saham Indonesia kembali tertekan di spekulasi bahwa Bank Indonesia akan meningkatkan suku bunga demi memperkuat kurs Rupiah.

Kenaikan imbal hasil Treasury AS meningkatkan nilai tukar Dolar, sehingga Rupiah dan mata uang pasar berkembang lainnya pun melemah. Intervensi BI akan memengaruhi cadangan devisa. 

"Dengan kata lain, intervensi berkelanjutan untuk melindungi Rupiah akan semakin sulit apabila Dolar terus menguat. Walaupun ekspektasi pasar bahwa BI akan meningkatkan suku bunga dapat memperkuat Rupiah, tapi Indeks Harga Saham Gabungan (ISHG) sangat dirugikan dengan merosot 2.51 persen dan ditutup di level 6073.02," ujar Lukman dalam siaran pers yang diterima rilis.id, di Jakarta, Kamis (26/4/2018).

Di sisi lain, nilai tukar Rupiah yang ditransaksikan antarbank di Jakarta pada (26/4/2018) Kamis pagi bergerak melemah tipis sebesar satu poin menjadi Rp13.923 dibanding posisi sebelumnya Rp13.922 per dolar AS.

Analis Binaartha Sekuritas Reza Priyambada mengatakan, dolar AS masih berada dalam area positif terhadap sejumlah mata uang dunia, termasuk rupiah seiring meningkatnya imbal hasil sejumlah obligasi di Amerika Serikat.

"Pelaku pasar uang masih cenderung meningkatkan permintaanya terhadap dolar AS seiring masih meningkatnya laju imbal hasil obligasi AS," kata Reza.

Dia mengharapkan, adanya pernyataan pemerintah melalui Menko Perekonomian, Darmin Nasution yang menyampaikan kurs rupiah akan kembali stabil, serta persiapan Pemilu tidak akan menganggu perekonomian nasional, hingga adanya kerja sama BKPM dengan Hong Kong dalam bidang kepariwisataan untuk meningkatkan pemasukan cadangan devisa dapat mendorong rupiah berbalik terapresiasi.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)