logo rilis
Idrus Tersangka Kasus PLRU Riau-1, Setya Novanto Kaget
Kontributor

27 Agustus 2018, 12:30 WIB
Idrus Tersangka Kasus PLRU Riau-1, Setya Novanto Kaget
Setya Novanto. FOTO: RILIS.ID/Tari Oktaviani

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Ketua Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) Setya Novanto mengaku terkejut dengan penetapan tersangka mantan Sekjennya di partai Golkar, Idrus Marham dalam kasus suap proyek pembangunan  PLTU Riau-1. Menurut Novanto, sosok mantan Menteri Sosial itu dipandangnya terkenal dengan pekerja keras.

"Ya cukup kaget juga ya. Dia orang kerja keras," kata Setnov di Gedung KPK, Jakarta, Senin (27/8/2018). 

Novanto sendiri hari ini diperiksa sebagai saksi dalam kasus suap proyek listrik 35000 megawatt itu. Namun, belum diketahui pasti kaitan dan peran Setnov dalam kasus yang menjerat Idrus tersebut. 

Namun saat disinggung kepadanya, pria yang juga mantan Ketua Umum Partai Golkar itu pun mengaku tak tahu menahu terkait kasus suap tersebut mengingat dirinya sudah di dalam penjara.

"Waduh, enggak ada saya tuh. Kan saya sudah masuk," ujarnya. 

Juru bicara KPK Febri Diansyah mengatakan, Novanto sedianya akan diperiksa untuk kepentingan penyidikan Johanes Kotjo. Ia akan digali pengetahuannya terkait dugaan lobi proyek tersebut.

Sementara itu KPK juga turut memanggil anak Novanto, Rheza Herwindo selaku Komisaris PT Skydweller Indonesia Mandir. Berbeda dengan ayahnya, Rheza akan diperiksa untuk penyidikan Idrus Marham.

Selain itu, ada pula Bupati Temanggung terpilih M Al-Khadziq yang merupakan suami tersangka Eni Maulani Saragih serta tiga saksi lain yakni tenaga ahli DPR Tahta Maharaya, karyawan swasta Audrey Ratna Justianty, dan Direktur PT Raya Energi Indonesia Indra Purmandani. 

"Mereka bakal diperiksa sebagai saksi untuk tersangka IM (Idrus Marham)," kata Febri. 

Diketahui Idrus ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK. Ia diduga bersama-sama mantan Wakil Ketua Komisi VII DPR Eni Maulani Saragih menerima hadiah atau janji dari pemegang saham Blackgold Natural Recourses Limited Johannes B Kotjo. 

Eni diduga menerima jatah sejumlah Rp6,25 miliar dari Kotjo secara bertahap sejak November 2017 sampai Juli 2018. Idrus disinyalir tahu soal pemberian uang tersebut. 

Pria yang juga mantan Sekretaris Jenderal Partai Golkar itu juga dijanjikan uang sekitar US$1,5 juta oleh Kotjo bila memuluskan proyek PLTU Riau-1.

Dalam kasus dugaan suap proyek PLTU Riau-1 ini, KPK telah menjerat tiga orang sebagai tersangka. Mereka di antaranya Eni, Kotjo, dan terbaru Idrus. Eni dan Idrus diduga bersama-sama menerima hadiah atau janji dari Kotjo terkait proyek senilai US$900 juta itu. 

Idrus disangkakan melanggar Pasal 12 huruf a atau Pasal 12 huruf b atau Pasal 11 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 55 ayat (1) atau Pasal 56 ke-2 KUHP jo Pasal 64 ayat (1) KUHP. 

Editor: Sukma Alam




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID