logo rilis
Idrus Marham Bantah Aliran Suap Bakamla untuk Golkar
Kontributor
Tari Oktaviani
21 Mei 2018, 22:03 WIB
Idrus Marham Bantah Aliran Suap Bakamla untuk Golkar
Mantan Sekjen Golkar, Idrus Marham. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Mantan Sekjen Golkar, Idrus Marham, tak banyak berkomentar saat ditanyai terkait aliran dana suap Bakamla ke partainya, dari politisi Fayakhun Andriadi. Semua yang diketahuinya, sudah disampaikan kepada penyidik.

"Ya Allah. Saya katakan kan, saya sudah bilang tadi substansinya di sana tapi saya sudah jelaskan semua yah," kata Idrus usai menjalani pemeriksaan di gedung KPK, Jakarta, Senin (21/5/2018).

Ia juga membantah bahwa uang itu diduga untuk keperluan musyawarah daerah (musda) Golkar. Ia pribadi, tak ikut dalam agenda partainya tersebut

"Musda-nya sendiri saya enggak ikut," katanya.

Dalam kasus ini, Fayakhun telah ditetapkan sebagai tersangka kasus dugaan suap pembahasan anggaran proyek pengadaan alat satmon pada Bakamla tahun anggaran 2016.

Fayakhun diduga menerima ‎hadiah atau janji berupa uang, setelah memuluskan anggaran proyek Bakamla. Dia mendapatkan imbalan satu persen dari proyek senilai Rp1,2 triliun atau sebesar Rp12 miliar.

Selain itu, Fayakhun juga diduga menerima dana suap sebesar US$ 300 ribu . Uang tersebut diduga diterima Fayakhun dari proyek pengadaan di Bakamla.

Sejumlah uang yang diterima Fayakhun tersebut berasal dari Direktur Utama Melati Technofo Indonesia (PT MTI), Fahmi Dharmawansyah melalui anak buahnya, M. Adami Okta. Uang tersebut diberikan dalam empat kali secara bertahap.

Editor: Andi Mohammad Ikhbal


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)