logo rilis

IDI Tunda Pecat Dokter Terawan
Kontributor
Kurnia Syahdan
09 April 2018, 12:38 WIB
IDI Tunda Pecat Dokter Terawan
Dokter Terawan. FOTO: Instagram/@donny_psj

RILIS.ID, Jakarta— Ikatan Dokter Indonesia menunda untuk melaksanakan keputusan Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK), karena keadaan tertentu.

"Jadi ditegaskan bahwa hingga saat ini, dokter Terawan Agus Putranto masih berstatus sebagai anggota IDI," kata Ketua Umum PB IDI, Ilham Oetama Marsis, melalui siaran pers yang diterima rilis.id, di Jakarta, Senin (9/4/2018).

Dalam rapat bersama majelis pimpinan pusat pada 8 April 2018 yang juga dihadiri oleh seluruh unsur pimpinan pusat, juga merekomendasikan penilaian terhadap tindakan terapi dengan metode Digital Substraction Angiogram (DSA) atau brain wash (cuci otak, red) oleh Tim Health Technology Assesement (HTA) Kementerian Kesehatan RI.

"Karena IDI menilai metode tersebut telah menimbulkan perdebatan secara terbuka dan tidak pada tempatnya di kalangan dokter. Hal ini juga lebih menimbulkan kebingungan di kalangan masyarakat dan berpotensi menimbukan perpecahan di kalangan dokter," kata Ilham Oetama.

IDI, lanjut Ilham Oetama, juga menyesalkan tersebarnya surat keputusan MKEK yang sifatnya internal dan rahasia tersebut.

"Hal ini berdampak negatif serta merugikan masyarakat, termasuk kalangan profesi kedokteran serta institusi terkait. Ketimpangan informasi juga disebabkan ketidakpahaman masyarakat terkait etik profesi kedokteran serta ketidakpahaman kalangan dokter terkait proses yang terjadi di interna organisasi profesi," kesalnya.

MKEK adalah unsur dalam IDI yang bersifat otonom yang berperan dan bertanggung jawab mengatur kegiatan internal organisasi dalam bidang etika kedokteran. 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)