logo rilis
IDI Sebut Dokter Terawan Punya Hak Pembelaan
Kontributor
Eroby JF
05 April 2018, 16:34 WIB
IDI Sebut Dokter Terawan Punya Hak Pembelaan
Dokter Terawan (kiri). FOTO: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Brigjen CKM dr Terawan Agus Putranto Sp.Rad(K) yang dijatuhi sanksi pemberhentian sementara sebagai anggota Ikatan Dokter Indonesia oleh Majelis Kehormatan Etik Kedokteran (MKEK) IDI, akan melakukan pembelaan terkait dugaan melakukan pelanggaran etik kedokteran dengan menerapkan metode cuci otak.

Ketua Umum PB IDI Prof dr Ilham Oetama Marsis, SpOG mengatakan, dr Terawan memiliki hak untuk mendapat pembelaan dari Biro Hukum, Pembinaan, dan Pembelaan anggota PB IDI.

"Pemberian sanksi etik adalah ranah dari MKEK. Tapi, sesuai dengan ketentuan organisasi (AD/ART PB IDI), maka dr Terawan memiliki hak untuk mendapat pembelaan," kata Prof Marsis dalam keterangannya di Jakarta, Kamis (5/4/2018).

Dia mengatakan, dalam waktu dekat akan ada forum khusus yang disediakan untuk pembelaan dr Terawan terhadap sanksi yang dijatuhkan oleh MKEK IDI.

Namun, Marsis tidak bisa menyebutkan kapan forum pembelaan tersebut dilaksanakan.

"Hal ini sudah dijadwalkan dalam waktu dekat, waktu tidak bisa diinfokan karena bersifat internal," kata dia.

Sebelumnya, MKEK ID telah menerbitkan surat yang berisi pemberian sanksi kepada dr Terawan Agus Putranto yang juga Kepala RSPAD Gatot Subroto berupa pemecatan dalam jangka masa satu tahun.

Ketua MKEK IDI DR Dr Prijo Sidipratomo Sp.Rad(K) menandatangani surat pemberian sanksi kepada dr Terawan dengan dugaan berlebihan mengiklankan diri terkait terapi cuci otak melalui metode "Digital Substraction Angiography" untuk pasien stroke.

Alasan lain, pemberian sanksi yang tertera di surat itu ialah adanya janji-janji tentang kesembuhan dengan metode cuci otak. Padahal, MKEK menilai terapi tersebut belum ada bukti ilmiah.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)