logo rilis
ICW Minta Yasonna Dicopot, Ternyata Jokowi juga Peringatkan Menkumham 'Hati-Hati'
Kontributor
Nailin In Saroh
31 Januari 2020, 18:06 WIB
ICW Minta Yasonna Dicopot, Ternyata Jokowi juga Peringatkan Menkumham 'Hati-Hati'
Menkumham, Yasonna Laoly. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Menteri Hukum dan HAM Yasonna Hamonangan Laoly menanggapi usulan pencopotan dirinya sebagai menteri oleh Indonesia Corruption Watch (ICW). Menyusul kabar pemecatan Dirjen Imigrasi di Kemenkumham.

Menurut dia, jabatan sebagai menkumham tak bisa lepas kecuali atas perintah Presiden Joko Widodo. 

"Yang bisa mencopot saya Presiden (Joko Widodo), bukan dia (ICW)," ujar Yasonna di Kompleks Parlemen RI, Senayan, Jakarta Selatan, Kamis (30/1/2020) malam.

Namun, Yasonna mengakui jika ia tengah menjadi perhatian Presiden Jokowi lantaran kasus suap PAW yang menjerat rekan separtainya. Melalui Sekretariat Negara, kata dia, Jokowi telah memperingatkan Yasonna untuk "berhati - hati" dalam menyampaikan informasi soal Harun Masiku. 

"Pak Presiden bilang hati-hati, melalui Mensetneg, 'hati-hati Pak Menteri kan dicek ulang dicek ulang' ," jelas Yasonna mengikuti perkataan Jokowi. 

Yasonna menjelaskan, kala itu dirinya mempercayai keterangan jajarannya, termasuk Direktorat Jenderal Imigrasi ihwal keberadaan Harun Masiku yang masih berada di luar negeri. Ternyata, Harun didapati sudah ada di dalam negeri sejak 7 Januari lalu. Sehingga ia kesal dengan adanya informasi tersebut. 

"Kalau saya tidak percaya Dirjen menyampaikan dan Direktur TI siapa lagi yang saya percaya. Masa saya pergi ke (Bandara) Soekarno Hatta sana untuk cek kenapa bisa begitu. Saya kan percaya kepada data," terang Yasonna.

Sebelumnya, ICW menyinggung pencopotan Ronny Sompie sebagai Dirjen Imigrasi oleh Yasonna terkait informasi keberadaan Harun Masiku. Peneliti ICW Kurnia Ramdhana menilai keliru bila Yasonna menanggalkan jabatan Ronny F Sompie dari Dirjen Imigrasi.

Dalam konteks kasus buronnya Harun Masiku, Kurnia menilai, seharusnya Yasonna lah yang dicopot dari jabatannya, bukan malah mengorbankan anak buahnya atas kasus tersebut.

"Lebih baik Yasonna Laoly juga dicopot oleh Presiden Jokowi," tandas Kurnia, Selasa (28/1). 

Kurnia menjelaskan, bagaimanapun Yasonna adalah pemegang otoritas tertinggi di Kementerian Hukum dan HAM. Kurnia juga menyoal Yasonna yang pernah berkata tal sesuai dengan fakta terkait keberadaan Harun Masiku. 

"Harusnya Yasonna ikut bertanggung jawab atas situasi hari ini. Efek dari kekeliruan data tersebut amat krusial, kerja penegak hukum jadi terganggu karena mempercayai begitu saja pernyataan Yasonna," kata Kurnia menambahkan. 

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID