logo rilis

ICMI: Organisasi Buruh Jangan Terjebak Politik Praktis
Kontributor
Yayat R Cipasang
01 Mei 2018, 19:29 WIB
ICMI: Organisasi Buruh Jangan Terjebak Politik Praktis
Buruh yang tergabung dalam KSPI deklarasi mendukung Prabowo Subianto: FOTO: KSPI

RILIS.ID, Jakarta— Sekretaris Jenderal Ikatan Cendekiawan Muslim se-Indonesia (ICMI) Mohammad Jafar Hafsah mengingatkan kalangan buruh atau pekerja di Tanah Air tetap idealis sesuai dengan tugas profesinya. Organisasi buruh sebagai wadah perjuangan anggota,  senantiasa memperjuangkan kemaslahatan buruh.

"Momentum May Day ini selayaknya dijadikan untuk mawasdiri atas apa saja yang telah dilakukan. Bagaimana bekerja lebih sungguh-sungguh, lebih profesional,  lebih berkualitas,  semakin bagus hubungan dengan perusahaan, industri,  lembaga di mana masing-masing bekerja," kata Jafar Hafsah dalam keterangan pers di Jakarta, Selasa (1/5/2018).

Jafar mengingatkan agar buruh tidak sampai terjebak pada dinamika politik praktis atas nama perjuangan kaum pekerja. Hal ini akan membuat semangat dan jiwa perjuangan kaum buruh akan pudar akibat ada kepentingan politik praktis yang melandasinya.

"Buruh maupun organisasi yang menaunginya tetap berada pada koridor dan ruang profesinya tanpa mau ditunggangi kepentingan apapun. Koridor tersebut yaitu berkaitan dengan kesejahteraan buruh," ujarnya.

Organisasi buruh, lanjut politisi Demokrat ini, mesti tetap konsisten memperjuangkan segala aspek kebijakan atau regulasi yang berpihak dan menguntungkan dan memberi jaminan masa depan yang lebih baik bagi pekerja.

"Idealnya organisasi buruh senantiasa memperjuangkan anggotanya untuk mendapatkan kesejahteraan yang lebih baik," ungkap Jafar.

Indonesia, kata mantan pejabat tinggi di Kementan ini, merupakan negara yang mempunyai jumlah penduduk berstatus buruh atau pekerja yang cukup tinggi. "Karena itu organisasi buruh diharapkan agar senantiasa memperjuangkan upaya agar pemerintah membuka dan menciptakan kesempatan kerja yang lebih banyak lagi," ujarnya.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)