logo rilis

Ibaratkan Politik Seperti Bulutangkis, JK Sebut Jangan Salah 'Smash'
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
16 Oktober 2018, 19:30 WIB
Ibaratkan Politik Seperti Bulutangkis, JK Sebut Jangan Salah 'Smash'
Wapres RI, Jusuf Kalla. FOTO: RILIS.ID

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Presiden RI, Jusuf Kalla, mengibaratkan kampanye politik menjelang Pemilu seperti bermain bulutangkis. Di mana bisa saja mendapatkan poin dari kesalahan lawan.

"Dapat poin kalau 'smash' dengan benar. Tapi dapat poin juga kalau lawan kita salah. Artinya untuk kampanye ini, berbuatlah yang positif dan jangan bikin kesalahan," kata Kalla Kantor Wapres seperti dilansir Antara pada Selasa (16/10/2018).

Menurut dia, tiga jenis kampanye yang sering digunakan oleh pasangan capres-cawapres dalam Pemilu adalah kampanye positif, kampanye negatif dan kampanye hitam.

"Kampanye yang positif artinya mengemukakan programnya, kampanye negatif ialah mencari kesalahan lawan, kemudian kampanye hitam itu yang bikin fitnah," katanya.

Wapres mencontohkan jenis kampanye negatif adalah adanya serangan terhadap capres petahana dengan membawa isu kenaikan harga beras.

"Apakah beras naik, misalnya oh 'beras naik itu salah'," ujar dia.

Seringkali, lanjutnya, kesalahan dari salah satu pasangan capres-cawapres dapat dimanfaatkan oleh lawannya untuk dijatuhkan, sehingga, hal-hal negatif seperti itu sering dimanfaatkan untuk mendapatkan simpati dari calon pemilih.

"Jadi bukan kampanye sebenarnya, (tapi) kesalahan orang itu yang kadang-kadang susah dihindari. Mengemukakan kekeliruan lawan itu juga sesuatu yang biasa-biasa saja," ujarnya.

Sebelumnya, Tim Kampanye Nasional (TKN) capres-cawapres nomor urut 01, Joko Widodo-Ma'ruf Amin, menegaskan komitmennya untuk tetap menjaga situasi dan kondisi politik selama masa kampanye Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. 

Salah satunya, menurut Tim Informasi dan Publikasi TKN Jokowi-Amin, Dwi Badarmanto, pihaknya akan tetap melakukan kampanye yang positif dan inspiratif bagi masyarakat.

"Kami tidak melakukan kampanye negatif, apalagi kampanye hitam," kata Dwi

Politisi Partai Perindo itu mengatakan, kampanye positif itu adalah dengan menyampaikan capaian-capaian pemerintahan Jokowi selama memimpin di periode pertama. 

Termasuk, menurut dia, program-program yang akan dilakukan Jokowi untuk periode kedua nanti. 

"Banyak prestasi dan kinerja Jokowi yang sudah dilakukan. Ini yang harus disampaikan kepada masyarakat," ujarnya. 

Menurut Dwi, kampanye positif yang akan dijalankan itu juga berupa kampanye yang menggembirakan bagi masyarakat. Selain itu, pihaknya juga mengutamakan sisi-sisi kreatif dalam setiap kampanyenya tersebut.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)