logo rilis
Hujan Ringan hingga Deras Disertai Angin Bakal Landa DKI Jakarta Hari Ini
Kontributor
Elvi R
13 Maret 2019, 11:30 WIB
Hujan Ringan hingga Deras Disertai Angin Bakal Landa DKI Jakarta Hari Ini
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Hujan ringan hingga deras diprediksi bakal landa DKI Jakarta hari ini, Rabu (13/3/2019). Dihimpun dari bmkg.go.id lima wilayah DKI Jakarta alami hujan lokal sejak siang hari hingga petang. Wilayah Jakarta Timur dan Selatan diprediksi akan mengalami hujan lokal pada siang hari. Sedangkan wilayah lain akan hujan di malam hari.

"Waspada potensi hujan disertai kilat/petir dan angin kencang dengan durasi singkat di wilayah Kep. Seribu pada malam hari," ujar pengumuman di laman resmi Badan Mitigasi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) bmkg.go.id, hari ini.

Sebelumnya, Deputi Bidang Klimatologi BMKG Herizal, musim kemarau diprediksi akan mulai pada April mendatang.

Menurutnya, berdasarkan pantauan BMKG, hasil pemantauan perkembangan musim hujan hingga akhir Februari 2019 menunjukkan bahwa seluruh wilayah Indonesia telah memasuki musim hujan.

"El-Nino kategori lemah, berlangsung di Samudera Pasifik Ekuator, Samudera Hindia dalam kondisi Netral. El-Nino kategori lemah ini ditandai oleh kondisi lebih panasnya suhu muka laut di wilayah Pasifik ekuator bagian tengah berada pada kisaran 0.5 - 1oC di atas normalnya sejak Oktober 2018 diikuti oleh melemahnya Sirkulasi Walker (Angin Pasat Samudera Pasifik Tropis) dari kondisi normalnya. Kondisi El-Nino lemah diprediksi bertahan hingga Juni - Juli 2019 dan berpeluang melemah hanya 50 perswn setelah pertengahan tahun," kata Herizal pada saat jumpa pers Prakiraan Musim Kemarau 2019 di Jakarta, beberapa saat lalu.

Dia menyebut tidak terdapat indikasi kejadian anomali iklim Samudera Hindia, IOD (Indian Ocean Dipole) dan diprediksi tetap dalam status netral hingga pertengahan 2019.

Aktifnya El-Nino Lemah diperkirakan tidak akan berdampak signifikan terhadap Sirkulasi Monsun. Kajian historis pengaruh El-Nino Lemah terhadap curah hujan menunjukkan dampak yang tidak nyata terhadap sebaran curah hujan di Indonesia. Apalagi pada saat periode Maret-April-Mei, yang mana pada umumnya dampak El-Nino tidak seragam di Indonesia, sehingga dimungkinkan pula tidak memengaruhi peralihan musim hujan menuju musim kemarau.

Terkait awal musim kemarau 2019, lanjutnya, berkaitan erat dengan peralihan Angin Baratan (Monsun Asia) menjadi angin Timuran (Monsun Australia). Peralihan peredaran angin monsun itu akan dimulai dari wilayah Nusa Tenggara pada Maret 2019, lalu wilayah Bali dan Jawa pada April 2019, kemudian sebagian wilayah Kalimantan dan Sulawesi pada Mei 2019 dan akhirnya Monsun Australia sepenuhnya dominan di wilayah Indonesia pada bulan Juni hingga Agustus 2019.

Mengingat El-Nino Lemah dan IOD tidak akan banyak memengaruhi peralihan musim kali ini, maka kondisi musim kemarau 2019 nanti diperkirakan akan lebih banyak dipengaruhi oleh kekuatan Monsun Australia dan gangguan cuaca berupa gelombang atmosfer tropis skala sub-musiman yaitu MJO (madden julian oscillation).

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID