Home » Peristiwa » Nasional

HPS 2017, Kementan Usung Tema Regenerasi Petani

print this page Jumat, 13/10/2017 | 20:44

Kepala BKP Kementan Agung Hendriadi (tengah) didampingi Sekretaris BKP Kementan Mulyadi Hendriawan (kiri) dan Kapus Penganekaragaman Konsumsi & Keamanan Pangan Tri Agustin Satriani. FOTO: Humas Kementan

​RILIS.ID, Jakarta– Kementerian Pertanian (Kementan) bakal menggelar Hari Pangan Sedunia (HPS) 37 di Markas Komando Daerah Militer (Makodam) XII/Tanjungpura, Kalimantan Barat, 19-22 Oktober 2017. Kata Kepala Badan Ketahanan Pangan (BKP) Kementan, Agung Hendriadi, ada beragam kegiatan pada acara tersebut, seperti pameran, tur diplomatik, perlombaan, panen padi, dan ekspor beras dalam rangka pengembangan lumbung pangan di perbatasan.

"Pameran indoor dan outdoor dipusatkan di Makodam XII/Tanjungpura, Kabupaten Kubu Raya, untuk memberikan informasi kemajuan pembangunan di bidang pangan, baik di pusat dan daerah, oleh pemerintah maupun swasta. Selain itu, juga untuk memperlihatkan kepada masyarakat kemajuan berbagai teknologi alat dan mesin pertanian (alsintan), display pertanam​​an jagung, padi, dan hidroponik," ujarnya di Kantor Pusat Kementan, Jakarta, Jumat (13/10/2017).

Ada pula lomba cipta menu yang bekerja sama dengan tim penggerak PKK, 18 Oktober. Tujuannya, menyosialisasikan konsumsi pangan beragam, bergizi seimbang, dan aman. Selain itu, turut dilaksanakan seminar bertema "Menggerakkan Generasi Muda untuk Membangun Pertanian di Wilayah Perbatasan". "Acara tur diplomatik diikuti duta besar, diplomat, dan organisasi internasional, untuk mempererat hubungan diplomatik dan upaya memperkenalkan budaya Indonesia di tingkat internasional serta menarik investasi dari luar negeri untuk pembangunan pertanian," sambung Agung.

Sedangkan panen padi digelar pada 21 Oktober. Rencananya, dilakukan oleh Presiden Joko Widodo di 100 hektare pertanaman padi di Desa Tunggal Bhakti, Kecamatan Kembayan, Kabupaten Sanggau. Dalam acara ini, juga akan dilakukan peluncuran perdana ekspor beras ke Malaysia sebanyak 25 ton dan dilanjutkan tahun berikutnya sesuai kesepakatan.

Dia menerangkan, HPS merupakan momentum menguatkan peran generasi muda pada pembangunan pertanian dalam arti luas. Hal tersebut selaras dengan tema HPS internasional yang ditetapkan Badan Pangan Dunia (Food and Agriculture Organization/FAO), yaitu "Change the Future of Migration, Invest in Food Security and Rural Development". Sehingga, pemerintah mengusung tema "Menggerakkan Generasi Muda dalam Membangun Pertanian Menuju Indonesia Lumbung Pangan Dunia".

"Tema ini sangat strategis, mengingat kurangnya minat generasi muda terhadap pertanian. Penciptaan lapangan pekerjaan yang prospektif dan inovatif serta modern di bidang pertanian, hortikultura, perkebunan, perikanan, kehutanan dan lain-lain, serta kepastian regulasi untuk mendukung bisnis di bidang pangan menjadi lebih adil," ucapnya.

Melalui modernisasi dan peningkatan peran generasi muda pada sektor pangan yang dicanangkan Kementan, diharapkan mewujudkan Indonesia sebagai lumbung pangan dunia pada 2045. Karenanya, pembangunan pedesaan dianggap dapat menjadi salah satu upaya memberdayakan pemuda dengan berbagai usaha produktif di bidang pertanian, hortikultura, perkebunan, perikanan, kehutanan. "Dan lain-lain secara modern dan inovatif," kata Agung.

HPS itu, juga bertujuan memperkuat kerja sama dan membangun koordinasi fungsional yang efektif dengan seluruh komponen pemerintah, swasta, dan masyarakat guna mewujudkan ketahanan pangan nasional. Lalu, mendorong usaha-usaha penyelenggaraan pangan berkelanjutan serta berdampak sosial ekonomi kepada masyarakat. "Peringatan HPS juga dapat digunakan sebagai sarana untuk menunjukkan kepada masyarakat dan dunia internasional akan pencapaian kemajuan pembangunan pangan pada era Kabinet Kerja," urainya.
 
Agung menambahkan, guna merealisasikan Indonesia menuju lumbung pangan dunia, Kementan telah melakukan beragam upaya, seperti membangun sentra di lima Kabupaten perbatasan, yaitu Sambas, Bengkayang, Sanggau, Sintang, dan Kapuas Hulu seluas sekira 50.000 hektare. "Melalui penerapan teknologi yang baik oleh Badan Litbang (Penelitian dan Pengembangan) Pertanian," jelasnya.

Penulis Fatah H Sidik
Editor Sukarjito

Tags:

KementanBKP KementanAgung HendriadiHari Pangan Dunia

loading...