logo rilis
Hotel Sari Pan Pasific Tak Miliki Sumur Resapan
Kontributor

13 Maret 2018, 15:42 WIB
Hotel Sari Pan Pasific Tak Miliki Sumur Resapan
Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Gubernur DKI Jakarta, Anies Baswedan mengungkapkan, Hotel Sari Pan Pasific yang terletak di Jalan Thamrin tidak memiliki sumur resapan. Padahal, sumur resapan merupakan hal mendasar, karena air yang digunakan di hotel ini langsung dialirkan keluar dan dapat menyumbang banjir atau genangan di sekitar jalan tersebut saat hujan deras.

"Tempat yang seharusnya memiliki sumur resapan, tapi tidak ada sumur resapannya. Itu sudah mendasar sekali. Jadi air yang digunakan di hotel ini dialirkan keluar dan menyumbang pada banjir kalau sedang ada hujan yang deras. Karena apa? karena bukan dimasukkan dalam tanah," kata Anies di Balai Kota DKI Jakarta, Selasa (13/3/2018).

Menurutnya, semua pelaku ekonomi di Jakarta semua warga harus taat aturan dan tidak ingin pelanggaran yang ada kecenderungannya selama ini diteruskan.

"Kecenderungan yang terjadi selama ini diteruskan di DKI Jakarta adalah memperhatikan kesalahan yang kecil pada rakyat kecil dan melupakan kesalahan yang besar-besar. Misalnya saya liat foto PKL di foto terus disebar, saya merasa begini kah kita? Ya mereka memang tidak mentaati aturan tapi mereka tidak mentaati aturan karena kebutuhan. Di belakang gedung pencakar langit tidak mentaati aturan karena keserakahan," kata Anies sembari menyampaikan hasil operasi di gedung-gedung tinggi di kawasan Jalan Thamrin-Sudirman oleh Tim Pengawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan Instalasi Pengolahan Air Limbah dan Air Tanah yang dibentuk Pemerintah Provinsi DKI Jakarta.

Dalam operasi tersebut, tim menemukan adanya beberapa pelanggaran salah satunya di hotel Sari Pan Pasific diantaranya tidak memiliki sumur serapan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL).

"Sekarang kita mau evaluasi dulu, sanksinya ada di peraturan semuanya, tergantung pelanggarannya. Pesan paling penting dari razia gedung ini adalah semua pelaku ekonomi di Jakarta semua warga harus taat aturan," kata Anies .

Anies mengatakan, Pemerintah Provinsi DKI Jakarta melakukan pengawasan lebih ketat, mengingat efek dari kerusakan lingkungan hidup yang terjadi amat besar.

"Banyak ditemukan, ketentuan-ketentuan yang menyangkut prinsip-prinsip dasar pengelolaan limbah itu tidak dijalankan," kata orang nomor satu di DKI Jakarta ini.

Pemerintah Provinsi DKI Jakarta, juga akan mendatangi semua gedung dan memeriksa fasilitas pengolahan limbah yang ada.

"Kita akan periksa seluruh fasilitas anda. Siapkan semua data sampaikan dengan jujur, sampaikan dengan apa adanya nanti kita akan koreksi sama-sama," kata Anies.

Gubernur DKI Jakarta, mengeluarkan Keputusan Gubernur Nomor 279 Tahun 2018 mengenai Tim Pengawasan Terpadu Penyediaan Sumur Resapan dan Instalasi Pengolahan Air Limbah Serta Pemanfaatan Air Tanah di Bangunan Gedung dan Perumahan.

Editor: Kurniati


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)