logo rilis

HNW: Rajut Kebersamaan Dengan Memahami Sejarah Bangsa
Kontributor
Nailin In Saroh
22 November 2019, 18:00 WIB
HNW: Rajut Kebersamaan Dengan Memahami Sejarah Bangsa
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid saat Sosialisasi Empat Pilar digelar di ballroom hotel Mona Plaza Pekanbaru, Jumat (22/11/2019).

RILIS.ID, Pekanbaru— Wakil Ketua MPR RI Dr. H.Hidayat Nur Wahid, MA (HNW) mengungkapkan bahwa untuk merajut kebersamaan, bangsa Indonesia harus menggali sejarah bangsanya sendiri.  

Dengan memahami sejarah bangsa, maka satu sama lain akan saling memahami setiap elemen bangsa memiliki peran yang luarbiasa, dari mulai perjuangan merebut kemerdekaan hingga membangun negara Indonesia.

Hal tersebut disampaikan HNW, saat menjadi narasumber Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerja sama MPR dengan Kesatuan Aksi Mahasiswa Muslim Indonesia (KAMMI) Pekanbaru, Provinsi Riau, yang dihadiri sekitar 200 lebih peserta pengurus dan anggota KAMMI dari berbagai perguruan tinggi melalui Pekanbaru.

Sosialisasi yang digelar di ballroom hotel Mona Plaza Pekanbaru, Jumat (22/11/2019) ini juga dihadiri sebagai narasumber anggota MPR dari grup DPD Muhammad Gazali daerah Riau Muhammad Gazali, Lc, Wakil Rektor III Universitas Riau Dr. Iwantono, M.Phil dan perwakilan Pemprov Riau.

Bagi HNW, pahami anak bangsa akan sejarah bangsanya sangat penting. Selain menimbulkan kesadaran tentang sangat besar kiprah seluruh elemen bangsa untuk perjalanan negara Indonesia, juga memberikan wawasan dan pencerahan untuk generasi muda, yang masih minim pengetahuan sejarah Indonesia.

"Kesadaran kolektif bangsa yang melibatkan seluruh elemen bangsa memiliki kiprah yang sama besar, akan menghilangkan imej negatif yang diajukan ke salah satu elemen bangsa, sehingga melibatkan beberapa peristiwa yang membahayakan masyarakat," tambahnya.

HNW memberikan contoh, umat Islam adalah salah satu elemen bangsa, yang selalu diberikan negatif antara lain radikal, dan beberapa peristiwa teror yang dilakukan segelintir oknum.  

Merencanakan, berbagai fitnah dan Islamophobia marak terjadi. Padahal, di dalam catatan sejarah bangsa, umat dan ulama Islam memiliki peran yang sangat besar dalam perjalanan sejarah bangsa hingga kini.

Syarif Kasim Abdul Jalil Saifuddin atau Sultan Syarif Kasim II, Sultan Ke-12 Kesultanan Siak. Ia adalah pendukung perjuangan kemerdekaan Indonesia. 

Tidak lama setelah proklamasi, Sultan Syarif menyatakan Kesultanan Siak sebagai bagian wilayah Indonesia. Bukan hanya itu, sang Sultan juga menyumbang kekayaan kekayaannya sebesar 13 juta gulden (sekitar 1,4 Trilyun Rupiah) untuk pemerintah Republik.

"Dan masih banyak lagi seperti Syarif Abdul Hamid Alkadrie bergelar Sultan Hamid II dari Pontianak, perancang lambang negara Indonesia, Garuda PPancasila. Lalu ada Muhammad Husein bin Salim bin Ahmad bin Salim bin Ahmad al-Muthahar atau yang lebih dikenal dengan nama H. ??Mutahar, seorang pencipta lagu-lagu perjuangan, lalu menyanyikan pencetus mosi integral Muhammad Natsir, "terangnya.

Intinya, lanjut HNW, jika antar elemen bangsa yang berbeda-beda saling peran dan kiprah yang sama bagi berdirinya negara Indonesia, maka akan semakin kuat rajutan persatuan bangsa Indonesia, saat ini dan di masa depan.

"Untuk generasi muda Islam, saya berpesan agar meneladani tokoh-tokoh dan ulama-ulama Islam yang sangat besar perannya buat bangsa dan negara. Jika mereka hanya dengan perbincangan dan kondisi yang terbatas, buatlah bantuan yang besar, buat generasi muda Islam sekarang yang didukung era modernisasi dengan berbagai pilihan seperti teknologi dan sebagainya, semestinya perannya melebihi generasi sebelumnya, "tandasnya.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID