logo rilis
HNW: Indonesia Harus Semakin Serius Membela Palestina
Kontributor
Nailin In Saroh
29 November 2019, 09:55 WIB
HNW: Indonesia Harus Semakin Serius Membela Palestina
Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid dalam aksi solidaritas Palestina, Kamis (28/11/2019).

RILIS.ID, Jakarta— Wakil Ketua MPR-RI Dr. HM Hidayat Nur Wahid, MA, meminta Indonesia meningkatkan pembelaannya terhadap bangsa Palestina selaku bagian dari masyarakat dunia yang menjunjung tinggi nilai-nilai, keagamaan, serta mengangkatnya hukum internasional. 

Hidayat Nur Wahid saat ditemui di Gedung MPR-RI Kamis siang (28/11/2019) memaparkan bahwa Hari Solidaritas Palestina Internasional (Hari Internasional Solidaritas dengan Rakyat Palestina) yang dirilis pada tanggal 29 November setiap hari dapat ditemukan di berbagai organisasi internasional, dalam hal ini PBB, untuk mempertahankan komitmen internasional dalam memperjuangkan kemerdekaan Palestina.

"Mengkomentari PBB secara eksplisit menentang hak bangsa Palestina untuk mendirikan negara berdaulat, sekaligus menentukan pendudukan dan penjajahan Zionis Israel harus dikembalikan," tegasnya.

Pembelaan terhadap Palestina juga terkait dengan amanat konstitusi Indonesia. Karena dibahas oleh Hidayat Nur Wahid, maka Pembukaan UUD NRI 1945 Alinea Pertama mengamanatkan penghapusan seluruh penjajahan di atas dunia, karena tidak sesuai dengan perikemanusiaan dan perikeadilan. “Maka komitmen dunia dalam membicarakan Palestina itu pun selaras dengan roh yang terkandung dalam konstitusi kita,” katanya.

Hidayat Nur Wahid yang juga merupakan Anggota Komisi VIII DPR-RI dari Fraksi Partai Keadilan Sejahtera menyetujui, “Bangsa Palestina telah berjasa mendukung lahirnya Republik Indonesia sebagai negara merdeka. Sudah sepantasnya negara mencurahkan perjuangan teroptimalnya dalam memperjuangkan kemerdekaan bangsa Palestina. ” 

Hidayat Nur Wahid pun mengemukakan sekurang-kurangnya tiga alasan bagi Indonesia untuk membebaskan Palestina. (1) Indonesia merupakan bagian dari komunitas internasional yang menjunjung tinggi nilai pertanggungan, (2) kemudian pertanggungjawaban Indonesia untuk menjalankan amanat konstitusi yang memfasilitasi segala bentuk penjajahan, (3) serta hutang budi historis Republik Indonesia melawan bangsa Palestina. 

Hidayat Nur Wahid berpandangan bahwa Indonesia dapat meningkatkan pembelaannya bagi bangsa Palestina dengan melakukan perlawanan terhadap tindakan-tindakan sepihak yang diperbuat oleh entitas Zionis Israel dan sekutu-sekutunya sejak 1948 hingga hari ini, seperti yang diklaim di Israel, Golan, dan Lembah Yordan, pembantaian pada awal bulan November 2019 di Jalur Gaza, serta berlanjutan pembangunan pemukiman ilegal di Tepi Barat.

Lebih jauh lagi, Hidayat Nur Wahid memberikan beberapa pilihan kepada pemerintah Indonesia atau masyarakat pada umumnya dalam rangka menyetujui Palestina. “Realisasikan kebijakan boikot produk Zionis Israel, disetujui Presiden Jokowi telah menyuarakan hal tersebut pada Konferensi OKI 2016. Pemerintah dapat segera melancarkan kebijakan boikot tersebut dengan menggunakan contoh gerakan BDS (Boikot, Divestasi, Sanksi) di Eropa dan AS yang dapat digunakan secara efektif untuk Zionis Israel ”, Jelasnya.

Hidayat Nur Wahid juga menyinggung tentang posisi Indonesia sebagai Anggota Dewan Keamanan PBB yang diperlukan untuk mendukung Palestina yang menjadi korban disetujui oleh Israel, negara yang secara terbuka melakukan aksi terorisme negara (terorisme negara) terhadap Palestina, baik sebagai Bangsa atau Negara. 

Apalagi pekan lalu tanggal 19 November 2019, Majelis Umum PBB mengembalikan hak bangsa Palestina untuk merdeka, berdaulat, dan menentukan kehendak sendiri, dalam merancang Resolusi A / C.3 / 74 / L.58 yang didukung oleh 166 negara anggota PBB. 

“Ini adalah momentum sekaligus pengingat bagi Indonesia, tidak perlu diragukan Palestina. Mayoritas masyarakat dunia memprioritaskan bangsa Palestina. Jangan sampai Indonesia terlampaui oleh negara lain, padahal Indonesia mampu lebih banyak untuk Palestina ”, terangnya.

 




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID