logo rilis
HNW: Generasi Muda Indonesia Jangan Apatis!
Kontributor
Nailin In Saroh
11 September 2019, 01:10 WIB
HNW: Generasi Muda Indonesia Jangan Apatis!
Wakil Ketua MPR RI saat Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerjasama MPR dengan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Muhammadiyah (DPP IMM) Bidang Seni Budaya dan Olahraga, di Aula Fakultas Hukum UMJ, Tangerang, Selasa (10/9/2019

RILIS.ID, Tangerang— Sejarah terbentuknya negara Indonesia sangat luar biasa panjang dan penuh pengorbanan yang luar biasa pula. Sejarah mencatat betapa pengorbanan para pejuang dan pendiri bangsa dari berbagai elemen bangsa salah satunya kalangan Islam mulai dari harta, darah dan nyawa bahkan tidak bisa dibayangkan generasi sekarang.

Sejarah tersebut semestinya dipelajari dan dipahami terus oleh generasi sekarang dan generasi ke depan.  Sangat disayangkan jika generasi muda buta akan sejarah bangsanya sendiri.

Hal tersebut dikatakan Wakil Ketua MPR Hidayat Nur Wahid (HNW) di hadapan para mahasiswa dan mahasiswi Universitas Muhammadiyah Jakarta (UMJ) peserta Sosialisasi Empat Pilar MPR RI kerjasama MPR dengan Dewan Pimpinan Pusat Ikatan Muhammadiyah (DPP IMM) Bidang Seni Budaya dan Olahraga, di Aula Fakultas Hukum UMJ, Tangerang, Selasa (10/9/2019).

“Yang harus dipecahkan betul oleh generasi sekarang agar semangat dalam membangun bangsa adalah yang dibangunnya negara Indonesia yang besar ini dengan alam kemerdekaan yang telah kita bahas selama 74 tahun ini adalah perjuangan perjuangan para pejuang dan tokoh-tokoh bangsa yang dikeluarkan. Sebut saja KH. Kahar Muzakir, KH. Wajid Hasyim, Haji Agus Salim, Abikoesno Tjokrosoejoso yang berasal dari elemen-elemen organisasi yang berbeda-beda, namun merekalah yang memang sejak awal memberikan pilar besar di negeri ini kini hadir dan juga jadi bagian yang terkait, ”papar HNW.

HNW menekankan bahwa poin penting yang dapat dipelajari dari figur-figur tokoh bangsa tersebut adalah karena mereka berbeda, namun mereka tidak lantas apatis, masa bodoh dan terlibat dalam proses perjuangan pembentukannya negara Indonesia. Mereka bahkan sangat bersemangat di tengah perbedaan dengan satu tujuan mulia Indonesia merdeka, padahal jaman itu bangsa Indonesia sedang di bawah pertahanan disintegrasi.

“Kata-kata seperti terserah akan dihancurkan di Indonesia apa pun, saya tidak mau terlibat dan kata-kata negatif lainnya tidak ada di benak mereka. Mereka hanya membahas satu tujuan besar dan mulia yang harus diperjuangkan bersama-sama, itu harus dibahas dan diteladani di era sekarang ini, ”katanya.

Sosialisasi semakin menarik. HNW melempar berbagai pertanyaan dan kuis. Beberapa pertanyaanpun dijawabn beberapa peserta dengan lugas.  

“Hafal bagus sekali itu pahami lalu ke pelaksanaan di kehidupan sehari-hari,” pesan HNW kepada peserta.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID