logo rilis
Hindari Kesalahan Unggah di Medsos, Komunikonten Tawarkan 2 Solusi
Kontributor
Fatah H Sidik
17 Mei 2018, 12:05 WIB
Hindari Kesalahan Unggah di Medsos, Komunikonten Tawarkan 2 Solusi
ILUSTRASI: Twitter

RILIS.ID, Depok— Penyedia layanan media sosial disarankan memberikan peringatan kepada penggunanya, sebelum sebuah konten diunggah. Dengan begitu, pengguna maupun admin akun seorang tokoh bisa mengecek, apakah konten yang akan diunggah benar.

Kata pengamat media sosial, Hariqo Wibawa Satria, hal tersebut akan mengurangi sedikit kecepatan waktu unggah. Tapi, diyakini efektif mengantisipasi kesalahan yang merugikan pemilik akun dan organisasinya.

"Paling tidak, ini bisa diterapkan kepada pengguna Twitter yang sudah diverifikasi oleh Twitter atau memiliki centang biru, atau pengguna Twitter baru. Hal ini, juga menjaga kredibilitas media sosial yang memberikan verifikasi kepada penggunanya," ujarnya di Depok, Jawa Barat, Kamis (17/5/2018).

"Sangat disayangkan, jika pengguna yang sudah terverifikasi melakukan kesalahan fatal," imbuh Direktur Eksekutif Komunikonten itu mengingatkan.

Hariqo juga mengusulkan, penyedia layanan media sosial mengubah ketentuan penggunaan (term of use) dalam format tanya-jawab. Sehingga, lebih mudah diingat penggunanya.

"Contoh pertanyaan, apakah jika kami memberikan akun ini, Anda siap tidak melakukan kesalahan seperti…? Tanya-jawab seperti ini, akan lebih menempel di pikiran pengguna medsos," jelasnya.

Dia mengusulkan demikian, menyusul akun Twitter Presiden Joko Widodo, @Jokowi, mengunggah cuitan tentang grup musik JKT48, Rabu (16/5). Kicauan tersebut sudah dihapus dan dikabarkan Admin yang bersangkutan telah dibebastugaskan.

Deputi Bidang Protokol, Pers, dan Media Sekretariat Presiden, Bey Machmudin, pun langsung menyampaikan permohonan maaf. "Mengakui kesalahan ini bagus, ketimbang menuduh jika akun yang bersangkutan dibajak atau menimpakan kesalahan kepada pihak lain," tutup Hariqo.

Berdasarkan catatan Komunikonten, ada beberapa akun resmi melakukan kesalahan saat menggunggah gambar atau cuitan di Twitter. Di antaranya:
1. Akun Kementerian Luar Negeri (@Portal_Kemlu_RI) menampilkan konten porno.
2. Akun Sekretariat Kabinet (@Setkabgoid) salah unggah kutipan Presiden.
3. Akun Kementerian Pertanian (@Kementan) mengunggah berita terkait Ketua Umum DPP Partai Amanat Nasional (PAN), Zulkifli Hasan.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)