logo rilis

Hilang Dua Tahun, Mantan Bos Lippo Group Menyerahkan Diri ke KPK
Kontributor
Tari Oktaviani
12 Oktober 2018, 16:21 WIB
Hilang Dua Tahun, Mantan Bos Lippo Group Menyerahkan Diri ke KPK
Ketua KPK, Agus Rahardjo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Mantan bos Lippo Group Eddy Sindoro akhirnya menyerahkan diri ke Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) pascakurang lebih dua tahun menghilang. Kabar ini pun dibenarkan oleh Ketua KPK Agus Rahardjo saat dikonfirmasi awak media.

"Tersangka ES telah menyerahkan diri ke KPK. Dan berkat bantuan dari sejumlah instansi, yaitu: kedutaan, Polri dan imigrasi, serta informasi dari masyarakat yang disampaikan pada kami," kata Agus, Jakarta, Jumat (12/10/2018).

Agus mengungkapkan penyerahan diri Eddy dibantu oleh otoritas Singapura. Namun begitu Agus tak menjelaskan lebih rinci terkait penyerahan diri Eddy Sindoro tersebut. Nantinya KPK berencana akan melakukan konfrensi pers untuk penjelasannya.

"Penjelasan lebih lanjut akan disampaikan KPK melalui Konferensi Pers sore ini," kata Agus.

Dalam kasus ini Eddy Sindoro ditetapkan sebagai tersangka oleh KPK pada 23 Desember 2016. Orang yang pernah menjadi petinggi Lippo Group itu disangka terlibat dalam perkara penyuapan kepada panitera Pengadilan Negeri Jakarta Pusat Edy Nasution terkait dengan pengurusan suatu perkara perdata.

Sejak menjadi tersangka di KPK, Eddy tidak pernah terlihat di Tanah Air. Keberadaannya pun diketahui berada di luar negeri.

Atas perbuatannya, Eddy Sindoro disangkakan melanggar Pasal 5 ayat 1 huruf a atau huruf b atau Pasal 13 Undang-undang (UU) No. 31/1999 sebagaimana diubah dalam UU No. 20/2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi jo Pasal 64 jo Pasal 55 ayat (1) ke-1 KUHP.

Terakhir, KPK menetapkan advokat Lucas sebagai tersangka. Lucas yang namanya tenar menangani kasus-kasus khususnya di peradilan tata niaga ini diduga ikut membantu mantan Bos Lippo Group, Eddy Sindoro melarikan diri ke luar negeri.

Ia pun ditetapkan tersangka merintangi penyidikan kasus dugaan suap pengajuan peninjauan kembali (PK) ke Pengadilan Negeri Jakarta Pusat, yang menjerat  Eddy Sindoro.

"Terkait hal tersebut, KPK meningkatkan status penanganan perkara ke penyidikan sejalan dengan penetapan LCS (Lucas) sebagai tersangka," kata Wakil Ketua KPK Saut Situmorang dalam jumpa pers di Gedung KPK, Jakarta, Senin (1/10/2018).

Saut mengatakan penyidik KPK menemukan bukti permulaan yang cukup adanya keterlibatan Lucas membantu Eddy Sindoro kabur dari pencarian penyidik KPK.

Lucas diduga membantu Eddy Sindoro ketika ditangkap otoritas Malaysia dan kemudian dideportasi ke Indonesia. Selain itu, Lucas juga diduga berperan dalam melarikan Eddy Sindoro ke luar negeri kembali. 

"LCS diduga berperan untuk tidak memasukkan tersangka ESI ke wilayah juridiksi Indonesia tapi dikeluarkan kembali keluar negeri," ujarnya. 

Atas perbuatan tersebut, Lucas disangkakan melanggar Pasal 21 Undang-Undang Nomor 31 Tahun 1999 sebagaimana telah diubah dalam Undang-Undang Nomor 20 Tahun 2001 tentang Pemberantasan Tindak Pidana Korupsi juncto Pasal 55 ayat (1) ke-1.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)