Home » Peristiwa » Nasional

Hentikan Kegaduhan, Maki: Segera Tangkap dan Tahan Setnov

Rabu, 13/9/2017 | 17:46

Ketua Umum DPP Golkar Setya Novanto (tengah) didampingi Ketua Harian Nurdin Halid (kiri) dan Sekretaris Jenderal Idrus Marham (kanan). FOTO: RILIS.ID/Ridwan

RILIS.ID, Jakarta— Masyarakat Antikorupsi Indonesia (Maki) mendorong Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) segera menahan tersangka kasus dugaan korupsi Kartu Tanda Penduduk elektronik atau e-KTP, Setya Novanto (Setnov), seperti Andi Agustinus alias Andi Narogong.

"KPK segera menangkap dan menahan Setnov maka kegaduhan akan berhenti," ujar Koordinator Maki, Boyamin Saiman, kepada rilis.id via pesan singkat di Jakarta, Rabu (13/9/2017).

KPK menetapkan Andi Narogong sebagai tersangka ketiga e-KTP, 23 Maret 2017. Sehari kemudian, pengusaha tersebut ditahan dengan pertimbangan tidak melarikan diri dan menghilangkan barang bukti.

Sekarang status Andi menjadi terdakwa, karena kasusnya sudah dilimpahkan ke Pengadilan Tindak Pidana Korupsi (Tipikor) dan proses persidangan masih berlangsung

Sementara Setnov, ditetapkan sebagai tersangka keempat e-KTP pada 17 Juli 2017. Per 10 April, Ketua DPR RI itu telah dicekal untuk berpergian keluar negeri selama enam bulan. Namun, masih menghirup udara bebas.

Maki menyarankan demikian juga berdasarkan alasan lain. Yakni, peran Setnov dianggap sama strategisnya seperti Andi Narogong pada perkara e-KTP.

"Kan dalam dakwaan Andi Narogong, jelas disebut bersama-sama dengan Setnov," tegas Boyamin.

Kemudian, DPR berupaya mengamankan Setnov melalui surat resmi yang diajukan ke komisi antirasuah, agar menunda penyidikan terhadap Ketua Umum DPP Golkar itu. Begitu pun dengan pembentukan Panitia Khusus (Pansus) Angket KPK.

Penulis Fatah H Sidik
Editor Sukarjito

Tags:

SetnovKPKE-KTP

loading...