Home » Peristiwa » Dunia

Hendak Memasuki McDonald’s, Seorang Wanita Diminta Lepas Hijab

print this page Sabtu, 2/12/2017 | 19:14

Akun Twitter video pegawai Mcdonald's. FOTO: twitter

RILIS.ID, London— Perusahaan makanan cepat saji Mcdonald's  menyampaikan permohonan maaf atas sebuah insiden yang melibatkan pegawai restoran itu dengan seorang wanita yang mengenakan penutup kepala atau hijab.

Dalam sebuah video yang diunggah ke Twitter oleh akun @south_sab, diperlihatkan seorang petugas keamanan Mcdonald’s meminta wanita berusia 19 tahun melepaskan hijabnya agar dapat memasuki restoran cepat saji itu.

Wanita berwajah keturunan Timur Tengah itu menolak melepaskan hijabnya dan merekam perlakuan diskriminatif yang dia terima menggunakan ponselnya. Insiden yang terjadi di Mcdonald’s cabang London bagian utara, Holloway, di jalan Seven Sisters itu memicu perdebatan di dunia maya. Sebagian besar warganet menyayangkan sikap petugas keamanan itu.

Akun @Shazzapre (Sharron Preston) misalnya, mencuit ungkapan bernada satir dengan mengunggah foto Ratu Elizabeth ketika mengenakan penutup kepala. Ia menantang Mcdonald’s UK apakah akan melakukan hal yang sama apabila pengunjung dengan tutup kepala itu adalah orang yang paling dihormati di jagad raya Britania.

“Saya ingin melihat @McDonaldsUK menghalangi wanita dengan penutup kepala ini memasuki restoran,” cuit Sharron Preston.

Dukungan juga ditunjukkan oleh seorang penganut agama Yahudi terhadap wanita yang digambarkan memiliki wajah keturunan Timur Tengah itu. Menurutnya, salah satu perusahaan waralaba terbesar di Amerika Serikat tersebut memiliki kewajiban menyampaikan permohonan maaf atas perlakuan diskriminatif pegawainya.

“Yo! @McDonalds anda berhutang makanan seumur hidup kepada wanita ini, permohonan maaf di hadapan publik, dan memecat pegawai anda. #jewsstandingwithmuslims,”  ujar seorang warganet dengan akun @ParisToPalermo.

Dalam video tersebut, petugas keamanan meminta wanita itu melepaskan hijabnya berulang kali. “Hanya perkara melepaskannya (hijab),” ucap pegawai Mcd tersebut.

Dalam sebuah wawancara dengan The Guardian, wanita yang juga merupakan seorang pelajar tersebut mengungkapkan perasaannya mengenai perlakuan diskriminasi terhadap Muslim yang mulai kerap ditemui di Eropa akhir-akhir ini. Perlakuan seperti itu, lanjutnya, telah banyak dialami oleh Muslimah yang mengenakan hijab.

“Saya merenung, kejadian ini pada akhinya saya alami, seperti wanita-wanita berhijab lainnya. Sebelumnya saya merasa perlakuan seperti itu hanya ada pada video-video, namun akhirnya kejadian yang sebenarnya terjadi pada diriku. Sebelumnya saya tidak mempercayainya,” tuturnya.

Kejadian ini cukup membuat wanita yang tidak ingin identitasnya diketahui publiik itu merasa trauma atas apa yang dia alami.

“Saya tidak akan pernah mendatangi Mcdonald’s lagi,” ucapnya.

Sementara itu, jurubicara Mcdonald’s menegaskan bahwa perlakuan diskriminatif seperti itu bukanlah kebijakan dari perusahaan. Insiden tersebut ditangani secara serius dan pegawai yang terbukti melakukan perbuatan diskriminatif itu akan diproses oleh perusahaan.

“Tidak ada kebijakan yang melarang siapapun mengenakan hijab, atau pakaian yang menunjukkan simbol agama lainnya untuk memasuki restoran. Kami mempersilahkan para pelanggan dari semua agama dan memohon maaf kepada pelanggan kami. Perlakuan seperti itu tidak seharusnya terjadi. Kami menangani kasus ini sangat serius dan akan memanggil pihak yang terlibat,” ujar juru bicara Mcdonald’s.

Penulis Syahrain F.

Tags:

Mcdonald'sLondonMuslim di LondonInggris