logo rilis
Hebat! Tiga Mahasiswa UNS Berhasil Ciptakan Rem Elektrik
Kontributor
Ning Triasih
06 Juli 2018, 18:43 WIB
Hebat! Tiga Mahasiswa UNS Berhasil Ciptakan Rem Elektrik
Universitas Sebelas Maret (UNS). FOTO: Instagram/@soloindonesia

RILIS.ID, Jakarta— Satu lagi karya inovatif diciptakan anak-anak muda Indonesia. Kali ini datang dari Universitas Sebelas Maret (UNS) Surakarta, Solo, Jawa Tengah.

Tiga mahasiswa UNS, yakni Mufti Reza Aulia Putra, Muhammad Rizal Arfandi dan Ikhtiar Choirunisha, berhasil menciptakan pembuatan "E-Brake Assist", yakni rem elektrik dengan prinsip "frictionless".

"Alat ini mampu membantu proses pengereman namun tidak berisiko mengalami panas yang berlebihan, serta mampu menjadi 'back up' ketika rem utama mengalami kegagalan fungsi," kata salah satu mahasiswa, Mufti Reza Aulia Putra, di Solo, Jumat (6/7/2018).

Mufti menjelaskan, "E-Brake Assist" lebih dulu dibuat menggunakan metode simulasi, sehingga sebelum proses perancangannya, mereka sudah memiliki spesifikasi terbaik dari alat yang digunakan.

Lebih lanjut ia menerangkan, rem elektrik itu dibuat dengan memanfaatkan piringan cakram yang biasa dipakai sebagai bagian alat pengereman konvensional. Ia dan kedua temannya kemudian membuat magnet semi permanen menggunakan trafo yang dimodifikasi di beberapa bagian dan dibuat sedemikian rupa sehingga mampu menjadi magnet yang digunakan sebagai sumber pengereman.

Kelebihan "E-Brake Assist" Menurut Mufti yaitu tidak menghasilkan panas yang dapat mengakibatkan kegagalan fungsi dari sistem pengereman.

"Alat ini sangat berpotensi untuk diproduksi secara masal. Selain itu, dengan alat ini maka akan menyelesaikan beberapa permasalahan sekaligus, seperti masalah rem blong pada kendaraan matic dan di kemudian hari dapat dikembangkan lagi menuju ke penggunaannya pada kendaraan listrik," ujarnya.

Ia pun menjabarkan, rem kendaraan umumnya mengandalkan prinsip gesekan, yaitu menggunakan piringan yang dijepit menggunakan kampas rem, sehingga terjadi gesekan dan mengurangi laju kendaraan.

Gaya gesek ini lanjutnya, memiliki kekurangan dalam menghasilkan panas, jadi jika dipakai terus-menerus, bisa menyebabkan panas berlebih yang dapat mengakibatkan rem mengalami kegagalan fungsi.

"Hal ini diperparah dengan gaya berkendara yang agresif dan kontur jalan yang memiliki banyak tanjakan dan turunan sehingga menyebabkan rem bekerja secara ekstrim dan menghasilkan panas berlebih," sambungnya.

Karena hal itu, alat rem elektrik ciptaannya diharapkan bisa meminimalisir masalah tersebut.

Sumber: ANTARA


komentar (0)