logo rilis
Hastag #2019gantipresiden Tak Boleh Disepelekan
Kontributor
Andi Mohammad Ikhbal
24 April 2018, 13:51 WIB
Hastag #2019gantipresiden Tak Boleh Disepelekan
Prabowo dan Jokowi. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma.

RILIS.ID, Jakarta— Warganet belakangan ini sedang ramai membicarakan Pemilihan Presiden (Pilpres) 2019. Pilihan mereka terpecah antara tetap mendukung Jokowi dan yang tak ingin calon petahana tersebut kembali terpilih sebagai kepala negara.

Instagram menjadi salah satu panggung netizen dalam menyuarakan aspirasi tersebut. Namun, rupanya banyak dari mereka yang menginginkan Jokowi tak lagi menang di Pilpres. Lewat hastag #2019gantipresiden, sebanyak 81.718 postingan per Selasa (24/4/2018).

Sedangkan, #2019tetapjokowi hanya 9.913 postingan per hari ini (red. Selasa). Apakah benar mayoritas publik inginkan presiden baru?

"Ini tidak bisa dianggap enteng," kata Pengamat politik dari Universitas Al Azhar Indonesia, Ujang Komarudin kepada rilis.id.

Ini ada kaitannya dengan hasil survei belakanga ini. Di mana, kata dia, elektabilitas Jokowi masih di bawah 60 persen, terakhir masih sekisar 58 persen. Angka ini dianggap masih rawan bagi seorang petahana. Artinya, ada sekitar 50an persen publik punya pendapat lain.

"Inilah mengapa muncul pergerakan-pergerakan di media sosial seperti hastag #2019gantipresiden," ujar dia.

Menurut dia, kalau bicara masalah kekuatan media sosial lewat buzzers, maka pihak Jokowi lah yang seharusnya lebih kuat. Tentu hastag #2019tetapjokowi mestinya unggul.

Sebab, petahana memiliki modal besar, baik dari sumber daya sampai ke persoalan jaringan. Tapi nyatanya, ia melihat, justru warganet malah menginginkan perubahan.


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)