logo rilis
Hasilkan SDM Berkualitas, BKKBN Lirik PAUD
Kontributor
Kurniati
24 Mei 2018, 14:05 WIB
Hasilkan SDM Berkualitas, BKKBN Lirik PAUD
FOTO: Instagram/@bkkbnofficial

RILIS.ID, Jakarta— Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) fokus memberikan perhatian untuk peningkatan kualitas pendidikan anak usia dini (PAUD) dalam rangka menghasilkan sumber daya manusia berkualitas pada masa bonus demografi.

"Terutama dalam konteks penanganan stunting. BKKBN dan beberapa menteri kala itu sudah mulai membicarakan pentingnya mendidik di PAUD," kata Sigit Priohutomo, pelaksana tugas kepala BKKBN di Jakarta, Kamis (24/3/2018).

Menurut Sigit, pentingnya pendidikan pada usia dini dikarenakan masa 1.000 hari pertama kehidupan dan usia setelahnya, hingga lima tahun merupakan masa emas perkembangan otak anak yang harus benar-benar dimanfaatkan dalam sisi pendidikan.

Sebelumnya program pendidikan anak usia dini belum menjadi prioritas. 

Namun, Pemerintah dalam RPJMN mengejar pendidikan sejak anak usia enam tahun yaitu SD hingga 18 tahun pada jenjang SMA sederajat.

"Sekarang kita arahnya jadi program prioritas untuk pendidikan sedini mungkin. Dalam konteks penanggulangan stunting," kata Sigit.

Ia juga menyoroti tenaga pendidik di PAUD dan taman kanak-kanak yang seharusnya lebih mumpuni ketimbang tenaga pengajar di SD.

"Seorang pendidik PAUD harusnya bisa memahami, bahkan latar belakangnya tidak hanya pendidik, tapi bisa juga psikolog profesor dan sebagainya," tutur Sigit.

Menurut dia, seharusnya pemerintah memiliki program khusus dan memberi perhatian lebih untuk pendidikan anak usia dini.

Pemerintah melalui kerja sama lintas kementerian-lembaga tengah menanggulangi kasus stunting atau kekerdilan fisik dan otak pada anak yang berpotensi merugikan negara di masa datang apabila tidak ditangani dengan baik.

Penanggulangan kekerdilan dilakukan dari sektor ketahanan pangan, infrastruktur sanitasi dan air bersih, layanan di fasilitas kesehatan, dan edukasi kepada para orang tua untuk pencegahan kekerdilan.


500
komentar (0)