logo rilis
Hasil Survei, Prabowo Menjadi Pilihan 'Voter' Parpol Pendukung Jokowi
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
22 Mei 2018, 07:32 WIB
Hasil Survei, Prabowo Menjadi Pilihan 'Voter' Parpol Pendukung Jokowi
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafiz Faza.

RILIS.ID, Jakarta— Charta Politika Indonesia merilis survei dengan pelbagai simulasi, satu di antaranya kecenderungan pilihan terhadap calon presiden berdasarkan pemilih partai politik.

Hasilnya, pemilih sejumlah parpol pendukung Joko Widodo, ternyata menjatuhkan pilihan kepada Prabowo Subianto di Pilpres 2019 mendatang. 

Masih dalam survei, sejumlah pemilih Partai Golkar dan Partai Persatuan Pembangunan (PPP) tak sedikit yang masih menjatuhkan pilihan capresnya ke Prabowo. 

"Pemilih Partai Golkar 53,9 persen menjatuhkan pilihan ke Pak Jokowi, 37,4 persen ke Pak Prabowo," kata Direktur Eksekutif Charta Politika, Yunarto Wijaya di kawasan Kebayoran Baru, Jakarta, Senin (21/5/2018) malam. 

Untuk PPP, ujar Yunarto, hasil survei menunjukkan, sebanyak 48,7 persen menjatuhkan pilihannya kepada Jokowi. Namun, ada 46,1 persen justru memilih Prabowo. 

Selain kedua parpol itu, Partai Hanura juga miliki kecenderungan sama, yakni sejumlah pemilihnya justru menjatuhkan pilihan capresnya ke Prabowo. Pemilih Hanura 36,4 persen akan memilih Jokowi dan 54,5 persen ke Prabowo. 

"Untuk pemilih PDIP, 95,8 persen memilih Jokowi dan 2,4 persen memilih Prabowo. Sementara Partai NasDem 73,6 persen ke Jokowi dan 15,3 persen Prabowo," ujarnya. 

Sementara untuk pemilih Partai Gerindra sendiri, ada 10,6 persen yang menjatuhkan pilihannya ke Jokowi. Sementara 80,8 persen memilih Prabowo. 

"Pemilih PKS ternyata ada juga yang memilih Jokowi, sebesar 20,0 persen. Dan 64,3 persen memilih Prabowo," paparnya. 

Charta Politika sendiri melakukan pengumpulan data pada 13-19 April 2018 melalui wawancara tatap muka secara langsung dengan menggunakan kuisioner terstruktur. Jumlah sampel sebanyak 2000 responden yang tersebar di 34 provinsi. 

Survei itu menggunakan metode acak bertingkat dengan margin of error 2,19 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. 

Editor: Sukardjito


500
komentar (0)