logo rilis
Hasil Aplikasi Feromon Memuaskan dan Siap Dikembangkan
Kontributor
Elvi R
10 Mei 2018, 12:30 WIB
Hasil Aplikasi Feromon Memuaskan dan Siap Dikembangkan
FOTO: Humas Balitbangtan

RILIS.ID, Jakarta— Kolaborasi Balitbangtan dengan pihak perusahaan pertanian merupakan salah satu kunci kesuksesan pemanfaatan hasil-hasil riset sehingga dapat berdampak luas. Pada Rabu, 9 Mei 2018, Balitbangtan mendapat kunjungan dari PT. Pestindo Sentral Optima yang diwakili Eko Haryanto dan PT. Zenith Cropsciences Indonesia yang diwakili Sugiarman. Kunjungan tersebut diadakan di BB Biogen dan diterima oleh Kabid KSPHP Dr. Susti Prijatno, MS Kasie Kerja sama Ir. Tardi Thoyib, peneliti/inventor feromon Dr. I. Made Samudra dan Ketua Kelti Biokimia Dr. Alina Akhdia.

Seiring dengan kesadaran masyarakat akan kepedulian lingkungan dan kesehatan, tren penggunaan pestisida makin hari makin menurun. Oleh karena itu, produk yang ramah lingkungan menjadi pilihan yang bijak dan prospektif menguntungkan.

PT. Pestindo Centra Optima dan PT. Zenith Cropsciences Indonesia tertarik menerapkan produk riset berupa feromon yang rencananya akan digabungkan penggunaannya dengan lem. Sehingga diharapkan pengendalian hama akan lebih efektif.

Berdasarkan pengujian Fero-Exi pada lahan pertanaman bawang seluas 20 hektare di Brebes, Eko menyatakan puas dan percaya diri untuk mengembangkan produk tersebut lebih lanjut. Selain Fero-Exi, produk lainnya yaitu Fero-Armi juga direncanakan akan diuji pada lahan pertanaman hortikultura, khususnya buah-buahan.

Selama ini, feromon diperoleh dengan cara impor dari Jepang atau Jerman. Okeh karena itu, poduk feromon yang dihasilkan oleh Balitbangtan disambut dengan sangat antusias.

Kombinasi produk dari kedua belah pihak (feromon dari BB Biogen dan lem kental/cair/water base dari PT. Pestindo Centra Optima) diharapkan dapat menjadi solusi bagi petani dengan keunggulan murah, aplikatif, dan ramah lingkungan.

Selain feromon, Inpari 40 juga direncanakan akan diujicobakan oleh PT. Zenith Cropsciences Indonesia di Karawang. Inpari 40 merupakan VUB padi yang cocok ditanam pada sawah tadah hujan dan memiliki provitas yang tinggi (9 ton per hektare). Saat ini, VUB tersebut telah terdiseminasikan ke lebih dari 33 lokasi, bahkan petani-penangkar tertarik untuk memproduksi benihnya.

Sumber: Dr Ika Roostika Tambunan/Ir Mastur, MSi PhD/Balitbangtan


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)