logo rilis

Hasanah Masih Paling Buncit, PDIP Tetap Pede
Kontributor
Nailin In Saroh
19 April 2018, 17:20 WIB
Hasanah Masih Paling Buncit, PDIP Tetap Pede
ILUSTRASI: RILIS.ID/Hafidz Faza

RILIS.ID, Jakarta— Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan (PDIP) tetap percaya diri (pede) dengan pasangan calon gubernur-wakil gubernur yang diusungnya di Pilkada Jawa Barat 2019, TB Hasanudin-Anton Charliyan. Walaupun, tingkat elektabilitas keduanya masih yang terbuncit di antara tiga paslon lainnya.

Hasil survei teranyar pasangan calon gubernur dan wakil gubernur Jawa Barat, TB Hasanuddin- Anton Charliyan (Hasanah) masih paling buncit.

"Kami selalu yakin. Apalagi Jabar elektabilitas tinggi biasanya enggak menang. Kalau bergerak serentak, maka kita solidkan. Dan, tingkat pengenalan TB. Hasanuddim kan sudah 30 persen, sudah luar biasa, dengan struktural belum bergerak," ucap Ketua DPP PDIP pemenangan pemilu wilayah Jabar, Sukur Nababan, di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Menurutnya, Hasanah masih memiliki peluang menang, jika partai bergerak solid. Terlebih, PDIP memiliki kepengurusan yang komplit dari pusat hingga anak ranting di Jabar.

"Dengan kekuatan struktural yang solid, seperti tadi dikatakan, kami memiliki 15 persen hasil legislatif di tahun 2014 kan, kami pemenang pemilu di 2014. Ditambah dengan kekuatan struktural yang lain, kami masih bisa menang di Jabar," tuturnya.

Karena itulah, sebagai pengendali kemenangan di Jabar, Sukur bertekad akan lebih fokus untuk menyolidkan partai untuk bergerak memenangkan Hasanah.

Baca: Survei, Elektabilitas Hasanah Masih Paling Buncit

Tingkat elektabilitas Pasangan TB Hasanuddin-Anton Charliyan masih berada di posisi paling buncit, di antara pasangan calon lainnya. Hal ini terungkap dari hasil Lembaga survei Indo Barometer yang disampaikan di Jakarta, Kamis (19/4/2018).

Bahkan, bila dibandingkan, elektabilitas pasangan 'Hasanah' ini jauh di bawah ketiga calon gubernur-wakil gubernur lainnya.

"Jika diakumulasi secara berpasangan, Hasanuddin-Anton hanya 0,5 persen," kata Direktur Eksekutif Indo Barometer M Qodari.

Tak hanya kalah jauh secara berpasangan, pasangan yang didukung PDIP ini juga berada di posisi terakhir bila disandingkan secara head to head, alias perorangan

"Berdasarkan pertanyaan tertutup terhadap 4 calon gubernur, Ridwan Kamil unggul 37,5 persen, menyusul Deddy Mizwar 30,8 persen, Sudrajat 5,4 persen dan TB. Hasanuddin 3,2 persen. Sedangkan undecided voters sebanyak 23,1 persen," ujar Qodari.

Pun demikian dengan tingkat keterpilihan Anton, dengan pertanyaan terbuka, hanya memiliki angka 1,3 persen, dibandingkan Dedi Mulyadi 15,8 persen, Uu Ruzhanul Ulum 15,3 persen,serta Syaikhu 3,8 persen.

"Dari pertanyaan tertutup, Dedi Mulyadi unggul 24,7 persen berimbang dengan Uu Ruzhanul 24,4 persen. Kemudian Syaikhu 5,3 persen dan Anton 2 persen," ungkap Qodari.

Survei ini dilaksanakan pada 20-26 Maret 2018, menggunakan metode multistage random sampling dengan 1.200 responden dan margin of error sebesar +/- 2,83 persen pada tingkat kepercayaan 95 persen. Adapun teknik pengumpulan data yang digunakan adalah wawancara tatap muka responden menggunakan kuisioner. 

Sebelumnya, satu bulan lalu, hasil survei Lembaga Kajian Pemilu Indonesia (LKPI) mencatat, tingkat elektabilitas Hasanah, dengan pertanyaan terbuka, hanya 6,2 persen.

Begitupula, dalam pertanyaan tertutup, Hasanah hanya mendapat angka 8,9 persen.

Editor:


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)