logo rilis
Harus Diantisipasi, Bom Surabaya Bisa Pengaruhi Kunjungan Wisman
Kontributor
Tari Oktaviani
14 Mei 2018, 11:50 WIB
Harus Diantisipasi, Bom Surabaya Bisa Pengaruhi Kunjungan Wisman
Objek Wisata Alam. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Partai Solidaritas Indonesia (PSI) menilai ledakan bom di Surabaya, Jawa Timur, tak banyak berpengaruh kepada perekonomian. Namun, Juru Bicara PSI Bidang Ekonomi, Industri, dan Bisnis, Rizal Calvary Marimbo mengingatkan perisitiwa tersebut bisa berdampak pada kinerja parisiwisata nasional.

“Yang mesti diwaspadai kinerja industri pariwisata nasional bisa terkoreksi. Target-target mungkin berat tercapai,” ucap Rizal dalam siaran pers yang diterima rilis.id, di Jakarta, Senin (14/5/2018)

Rizal mengatakan, industri ini sangat sensitif terhadap masalah keamanan. Apalagi Surabaya dekat dengan destinasi-destinasi andalan pariwisata nasional seperti Bali, Lombok serta Banyuwangi. “Tidak saja karena Surabaya kota terbesar kedua, tapi juga dekat dengan destinasi pariwisata andalan kita,” ucapnya.

Saat ini, lanjutnya, di luar negeri muncul persepsi rendahnya rasa aman didalam negeri. Sehingga untuk sementara waktu, wisatawan manca negara (wisman) dapat saja melakukan penangguhan kunjungan ke Indonesia. “Ini yang harus kita waspadai dan antisipasi,” ujar Rizal.

Padahal, tahun ini, Rizal menuturkan, pemerintah menarget kunjungan turis asing sebesar 17 juta. Pada 2017 kunjungan wisatawan asing hanya mencapai 15 juta dan sebanyak 6 juta ditargetkan di Bali. Sebanyak 18 destinasi wisata andalan yang tersebar di Sumatera (Medan/Danau Toba, Batam, Belitung, Padang, dan Palembang), Pulau Jawa (Jakarta, Bandung, Borobudur/Yogyakarta, Solo, Surabaya-Bromo-Tengger, dan Banyuwangi), Kalimantan (Balikpapan), Bali, Nusa Tenggara Barat (Lombok), Sulawesi (Makassar/Wakatobi dan Manado), dan Papua Barat (Raja Ampat).

Rizal menyebut, sektor pariwisata sangat strategis, karena ke depan diprediksi menjadi kontributor terbesar terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) pada 2019. Pariwisata akan menggusur sektor migas yang sumbangannya terus menurun dan CPO. Pada 2019, pemerintah menargetkan 20 juta wisatawan asing dengan devisa sekitar Rp280 triliun. Penyerapan tenaga kerja di sektor pariwisata mencapai 12,6 juta orang dan indeks daya saing pariwisata Indonesia bakal berada di peringkat ke-30 dunia.

Editor: Elvi R


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)