logo rilis

Hari Kesehatan Mental Sedunia, Yuk Mengenal Jenis-jenis Gangguan Jiwa!
Kontributor
Ning Triasih
10 Oktober 2018, 15:25 WIB
Hari Kesehatan Mental Sedunia, Yuk Mengenal Jenis-jenis Gangguan Jiwa!
ILUSTRASI: Istimewa

RILIS.ID, Jakarta— Dunia hari ini tengah fokus memperbincangkan kesehatan jiwa, Rabu (10/10/2018). Karena memang, setiap 10 Oktober diperingati Hari Kesehatan Mental Sedunia (World Mental Health Day).

Di Hari Kesehatan Jiwa tahun ini, Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) fokus membahas masalah kesehatan mental remaja dan anak muda. "Young People and Mental Health in a Changing World", itulah tema yang diangkat WHO untuk peringatan Hari Kesehatan Mental Sedunia 2018. Remaja adalah target yang dituju untuk mempromosikan kesehatan mental di dunia.

Mengutip dari laman resmi WHO, disebutkan bahwa jiwa remaja dan anak muda kerap terabaikan dan dianggap remeh. Padahal, gangguan jiwa ini bisa muncul sejak usia 14 tahun.

Berbicara soal kesehatan mental, memiliki jiwa sehat atau mental yan kuat tentu menjadi dambaan setiap orang. Pasalnya, jika mental sehat, maka seseorang bisa menggunakan kemampuan dan potensi dirinya secara maksimal dalam menghadapi tantangan hidup, serta dapat menjalin hubungan positif dengan orang lain.

Kesehatan mental yang baik adalah kondisi ketika batin terasa tenteram dan tenang, sehingga memungkinkan utuk menikmati kehidupan sehari-hari serta menghargai orang lain di sekitar.

Sebaliknya, saat kesehatan jiwa terganggu, maka seseorang akan mengalami gangguan suasana hati, kemampuan berpikir, serta kendali emosi yang pada akhirnya bisa mengarah pada perilaku negatif.

Berikut beberapa jenis gangguan jiwa atau masalah mental yang umum diketahui, dilansir rilis.id dari berbagai sumber:

1. Stres

Tak dipungkiri, stres menjadi masalah mental yang pasti pernah dialami setiap orang. Stres yakni keadaan di mana seseorang akan mengalami tekanan yang begitu berat, baik secara emosi maupun mental. Akibatnya, mereka akan tampak sedih, gelisah, cemas, murung dan mudah tersinggung. Lebih parahnya, dalam ini bisa mengganggu konsentrasi, emngurangi motivasi, bahkan bisa memicu depresi.

2. Depresi

Depresi merupakan kondisi suasana hati yang amat buruk dan telah berlangsung dalam kurun waktu tertentu. Dalam kondisi ini, seseorang akan merasa sedih berkepanjangan, tidak memiliki motivasi untuk beraktivitas, putus dari harapan, menyalahkan diri sendiri, hingga kehilangan ketertarikan pada hal hal yang tadinya menghibur. Bahkan, dalam ebberapa kasus, ada yang sampai bunuh diri karena depresi.

3. Bipolar

Bipolar adalah sebuah gangguan mental yang menyebabkan perubahan suasana secara ekstrem. Dalam bipolar ini, terdapat dua episode utama mood, yaitu episode manik atau hipomanik, dan episode depresif yang muncul secara bergantian dalam jangka waktu tertentu. Salah satu selebriti yang menderita bipolar adalah Marshanda.

4. Anorexia

Jika Anda mengenal seseorang yang selalu merasa gemuk padahal badannya teramat kurus, bisa jadia dia menderita anorexia. Anorexia merupakan gangguan makan dengan gejala utama puasa secara berlebihan, tidak makan dalam waktu tertentu dan memaksa untuk tidak makan meskipun lapar. Hal ini membuat tubuhnya sangat kurus dan juga kering, bahkan ada yang sampai terlihat tulang-tulangnya. Anehnya, meski tubuhnya sudah sangat kurus, mereka yang mengalami anorexia tetap merasa bahwa berat badannya tidak ideal dan terlalu gemuk.

5. Psikopat

Gangguan jiwa ini sering muncul dalam tokoh fiksi dalam film. Tapi, psikopat memang ada. Ini merupakan gangguan jiwa yang terbilang seram. Pasalnya, penderita psikopat memiliki obsesi mengerikan dan merugikan orang-orang di sekitarnya. Mereka memiliki empati, tidak tanggung jawab dan hanya peduli terhadap keinginan dan kesenangan pribadinya. Perilaku merugikan yang disebabkan psikopat dianggap hal yang menyenangkan dan tidak ada rasa penyesalan.

Psikopat terbilang cerdas dan mampu mempelajari lingkungan sekitar dengan baik untuk memenuhi kebutuhannya. Mereka egois, tidak berperasaan, mudah emosi dan mendendam. Namun, orang dengan psikopat ini sangat pintar menyembunyikan dirinya dalam masyarakat. Mereka cenderung suka sendirian dan bersosial hanya untuk kebutuhannya.
 


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)