Home » Inspirasi » Riwayat

Hari Ini Kenangan Bersama Timor Timur Itu

print this page Kamis, 7/12/2017 | 10:05

TIDAK terasa, sudah 18 tahun negara ini terpisah dengan Timor Timur yang kini berubah nama menjadi Timor Leste. Tulisan ini bukan untuk mengorek luka lama melainkan sekadar berbagi kenangan tentang pahit dan manis selama 23 tahun bersama saudara kita yang pernah tercatat dalam sejarah sebagai provinsi ke-27 (1976-1999).

Peringatan Timor Timor bergabung dengan NKRI bertepatan dengan invasi militer Indonesia ke Timor Timur 7 Desember 1976. Tentu, masuknya militer Indonesia ke Timor Timur bukan tanpa 'undangan'

Selama pemeritahan Orde Baru, energi bangsa termasuk dana banyak terkuras untuk membangun dan juga biaya menjaga keamanan di Timor Timur karena proses integrasi yang tidak mulus.

Di bekas koloni Portugal selama 450 tahun itu hidup tiga partai besar, Associacao Populler democratic Timorense (Apodeti), Uniao Democratica Timorense (UDT) dan Frente Revolutionaria de Timor Leste Independente (Fretelin). Dua partai pertama memilih bergabung dengan Indonesia dengan alasan memiliki keterikatan sosial dan budaya dengan tetangganya, Timor Barat yang menjadi bagian Indonesia. Sedangkan Fretelin menolak.

Selama 23 tahun, Timor Timur tidak tenang karena Fretelin melakukan perang gerilya. Korban berjatuhan dari pihak kombatan Fretelin, masyarakat dan juga serdadu Indonesia.

Lobi internasional yang dilakukan Fretelin oleh tokoh-tokohnya yang berdiaspora karena dikejar-kejar di dalam negeri membuat Indonesia selalu terpojok. Begitu juga lembaga swadaya masyarakat dalam dan luar negeri terus meneror Indonesia dengan tuah sakti 'pelagggaran HAM berat'.

Isu HAM selalu digoreng dan ini menjadi batu sandungan dalam hubungan diplomatik Indonesia. Australia dan Amerika Serikat kerap membuat Indonesia salah tingkah ketika mereka menekan Indonesia dengan isu Timor Timur untuk memuluskan hajat dan berahi adikuasaya. Politik Indonesia selalu dibuat meriang.

Rupanya, isu Timor Timur ini membuat 'pusing' BJ  Habibie yang pada era Reformasi menggatikan Soeharto jadi Presiden Indonesia. Kendati mendapat pertentangan yang keras di dalam negeri, Habibie memutuskan untuk menggelar referendum di Timor Timur pada 19 Oktober 1999.

Apa yang ditakutkan terutama oleh kalangan ABRI terbukti, warga Timor Timur lebih memilih melepaskan diri dari Indonesia dan resmi merdeka 20 Mei 2002 setelah diakui secara internasional sebagai negara Timor Leste lewat Perserikatan Bangsa Bangsa.

Dalam sebuah kesempatan, Habibie mengatakan tidak ada satu bangsa pun yang berhak menjajah bangsa lain. Dan, Indonesia tidak akan membiarkan bangsa lain dijajah.

Kini, hubungan Indonesia dan Timor Leste sangat baik. Kerjasama terjadi dan saling menguntungkan. Tapi gara-gara Timor Timur merdeka, banyak LSM yang kehilangan proyek dan bangkrut. Namun, Australia dan Amerika tetap saja punya cara lain untuk terus 'menekan' Indonesia....

Penulis Yayat R Cipasang

Tags:

timor timur timor leste riwayat bj habibie