logo rilis
Hari Ini Indonesia Peringati Trikora, Operasi Militer Paling Heroik
Kontributor
Yayat R Cipasang
19 Desember 2017, 18:14 WIB
Hari Ini Indonesia Peringati Trikora, Operasi Militer Paling Heroik

MUNGKIN tidak ada lagi operasi militer terbesar dan tercanggih selain operasi pembebasan Irian Barat yang dikenal dengan Trikora alias Tri Komando Rakyat. Termasuk untuk operasi militer ukuran sekarang.

Operasi militer besar-besaran yang melibatkan tiga matra (darat, laut dan udara) sekaligus digelorakan Presiden Soekarno dari Alun-alun Utara Yogyakarta 19 Desember 1961. Belanda ingin segera memerdekakan Irian Barat sekaligus menjadi negara boneka.

Baca Juga

Tiga komando Soekarno--gagalkan pembentukan negara boneka Papua buatan Belanda, kibarkan bendera Sang Saka Merah Putih di Irian Barat dan bersiaplah untuk mobilisasi umum guna mempertahankan kemerdekaan dan kesatuan tanah air dan bangsa--langsung mengejutkan dunia.

Kapal perang, pesawat tempur, kapal selam, pasukan penerjun payung dan pasukan amphibi dikerahkan untuk mengepung Irian Barat yang dikuasai Belanda. Sebelumnya Belanda sudah membangun pangkalan militer di Irian Barat. Mereka sudah lama khawatir suatu saat Indonesia akan menyerang mereka.

Perang berteknologi tinggi tersebut berlangsung dua tahun, 19 Desember 1961 - 15 Agustus 1962. Belanda kewalahan dan kaget dengan koleksi persenjataan canggih Indonesia. Begitu juga dunia tercengang dengan kekalahan yang sangat telak dialami Belanda.

Pesawat tempur dan persenjataan canggih yang dimiliki Indonesia saat itu antara lain 49 unit pesawat pemburu sergab jenis MiG-17 dan 10 MiG-19, 12 kapal selam, 30 pesawat jet MiG-15 dan 20 unit pesawat pembom jenis Tupelov-16. Konon, pesawat jenis ini hanya dimiliki Amerika Serikat, Inggris dan Uni Soviet. 

Secara khusus Uni Soviet pun menjual kapal perang yang hanya dimiliki oleh negara komunis itu, Svedrlov Vlass Cruisser berbobot 16.640 ton yang menampung 1.270 serdadu dan awak. Mungkin ini satu-satunya kapal perang terbesar yang dimiliki Indonesia. Luar biasa!

Presiden Soekarno memutuskan melakukan operasi militer karena sejak Konferensi Meja Bundar (KMG) di Den Haag 1949 status Irian Barat belum jelas. Padahal dalam perjanjian itu disebutkan masalah Irian Barat akan diselesaika satu tahun setelah KMB sementara hingga tahun 1961 belum juga ada titik terang.

Untuk melaksanakan operasi Trikora, Presiden Soekarno kemudian membentuk Komando Mandala yang dipimpin Mayjen Soeharto. Panglima Komado ini bertugas merencanakan, mempersiapkan, dan menyelenggarakan operasi militer.

Kepala Angkatan Bersenjata Jenderal AH. Nasution pada tahun 1960 sempat meminta bantuan Amerika Serikat untuk memerangi Belanda di Papua Barat. Namun, permintaan Indonesia ini ditolak mentah-mentah. Soekarno pun berang dan memerintahkan Nasution untuk meminta bantuan Uni Soviet

Strategi Soekarno ini membuat Amerika panik. Saat itu dunia tengah dilanda perang dingin dan kekuatan komunis sangat menakutkan bagi dunia Barat dan Amerika. Tetapi kadung, Indonesia pun membeli persenjataan canggih dari Uni Soviet dengan skema yang meringankan senilai 2,5 miliar dolar Amerika.

Operasi Mandala dimulai dengan infiltrasi ke Irian Barat pada 13 Januari 1962 lewat jalur laut dan juga udara dengan menerbangkan sejumlah penerjun payung. Pada saat yang bersamaan dikerahkan juga kapal perang seperti KRI Macan Tutul, KRI Macan Kumbang, dan KRI Harimau. 

Sialnya, konvoi itu terpantau radar Belanda. KRI Macan Tutul lebih memilih menjadi tumbal dan tenggelam untuk menyelamatkan kapal lainnya. Sang komandan, Komodor Yos Sudarso gugur dalam peperangan di Laut Aru.

Kekalahan itu memancing Indonesia untuk mengerahkan kekuatan yang lebih besar lagi dengan nama Operasi Jaya Wijaya dengan personel mencapai 16.000 pasukan amphibi, ratusan pesawat tempur dan kapal perang. 

Kekuatan perang yang masif dan hubungan yang mesra antara Indonesia dan Uni Soviet menggelisahkan Amerika. Dua Blok yang saling adu kekuatan, Blok Barat yang dipimpin Amerika dan Blok Timur yang dikomandani Uni Soviet, dimanfaatkan dengan jeli oleh Soekarno.

Belanda pun akhirnya didesak Amerika untuk kembali ke meja perundingan dengan digelar Persetujuan New York pada 15 Agustus 1962. Ini sebuah kemajuan bagi Indonesia karena Belanda tidak menguasai sepenuhnya lagi Papua melainkan diserahkan kepada United Nations Temporary Executive Authority (UNTEA).

Lembaga ini yang kemudian menggelar Penentuan Pendapat Rakyat (Pepera) pada tahun 1969 dan penduduk Papua pun lebih memilih Indonesia dibandingkan merdeka dan kelak menjadi provinsi ke-26 dengan nama Irian Jaya. 

Nama Irian awalnya dicetuskan Pahlawan Nasional Frans Kaisiepo sebagai akronim dari Ikut Republik Indonesia Anti Netherland. Selain berperan dalam pembentukan Republik Indonesia Serikat, Frans Kaisiepo juga banyak terlibat dalam sejumlah operasi militer di Papua. Dan, kini gambarnya diabadikan dalam uang pecahan Rp10.000.


#riwayat
#trikora
#irian barat
#soekarno
Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)