logo rilis
Hari Buruh, Momentum Refleksi TKA
Kontributor
Zulhamdi Yahmin
30 April 2018, 08:49 WIB
Hari Buruh, Momentum Refleksi TKA
Sejumlah buruh perempuan mengikuti aksi Hari Buruh Internasional (May Day) di Jakarta.

RILIS.ID, Jakarta— Anggota DPR RI Komisi IX, Saleh Partaonan Daulay, meminta pemerintah pada hari buruh tahun ini sebagai momentum refleksi keberadaan tenaga kerja asing (TKA). Pasalnya, isu TKA ini semakin hangat dan menimbulkan perdebatan di masyarakat. 

"Apalagi, isu ini dikaitkan dengan hilangnya ketersediaan lapangan pekerjaan bagi tenaga kerja lokal," kata Saleh melalui siaran persnya yang diterima rilis.id, Senin (30/4/2018).

Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menegaskan, isu TKA jangan berhenti pada klaim pemerintah dan pengeritiknya saja. Melainkan, dilanjutkan pada pengawasan dan pembuktian yang ada di lapangan. 

"Itu bisa dilakukan oleh banyak pihak, termasuk masyarakat luas," ujarnya. 

Selain itu, momentum hari buruh juga sebagai perbaikan nasib para pekerja di Indonesia. "Naiknya kesejahteraan buruh pasti melibatkan pemerintah, pekerja, dan pengusaha. Pemerintah diharapkan dapat berpihak pada buruh selama tidak mendatangkan kerugian besar bagi pengusaha," paparnya. 

Kemudian, politisi PAN ini juga berharap pemerintah mewujudkan aspirasi para buruh ini. "Para buruh dan pekerja kita kan selalu menyuarakan aspirasinya. Tetapi coba dilihat, berapa yang bisa diwujudkan pemerintah? Kalau tidak ada yang berubah sama sekali, berarti aspirasi itu tidak pernah didengar," tegas Saleh. 

Aspirasi para buruh, imbuh Saleh, sangat banyak dan kompleks, seiring dengan persoalan kehidupan yang mereka hadapi. "Semua itu mustahil bisa terwujud tanpa campur tangan pemerintah," tuturnya.


500
komentar (0)