logo rilis
Hari Bumi, WALHI Kampanye Pengelolaan Sampah Tanpa Pembuangan Akhir
Kontributor

23 April 2018, 05:27 WIB
Hari Bumi, WALHI Kampanye Pengelolaan Sampah Tanpa Pembuangan Akhir
Perwakilan WALHI, disaksikan Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan Siti Nurbaya, menyerahkan konsep Zero Waste City kepada Wali Kota Medan, di Medan, kemarin (22/4/2018). FOTO: Dok. WALHI

RILIS.ID, Medan— Direktur Eksekutif Nasional Wahana Lingkungan Hidup Indonesia (WALHI) Nur Hidayati mengatakan, peringatan hari bumi seharusnya dapat dimanfaatkan sebagai momentum memperluas gerakan penyelamatan lingkungan hidup di Indonesia.

Menurutnya, keserakahan manusia dalam mengeruk pundi-pundi uang masih menjadi penyebab besar terjadinya degradasi lingkungan yang kian mengancam kehidupan mahluk hidup--termasuk manusia.

"Salah satu upaya yang harus dilakukan adalah dengan mengubah cara pandang ekonomi linear yang pada akhirnya menghasilkan persoalan di hulu seperti penghancuran hutan dan persoalan sampah di kota-kota pada bagian hilirnya dan termasuk ancaman bagi ekologi sungai yang menghancur sumber kehidupan masyarakat," kata Nur, di Medan, kemarin (22/4/2018).

Dalam acara yang juga dihadiri Menteri Lingkungan Hidup dan Kehutanan (LHK) Siti Nurbaya Bakar, WALHI menyerahkan konsep Medan Zero Waste City 2020 kepada Pemerintah Kota Medan.

Persolan sampah masih menjadi salah satu persoalan besar yang terjadi di Indonesia.

"Sampah di Indonesia tidak hanya menimbulkan permasalahan di darat, tetapi juga menimbulkan kendala di lautan," ucapnya.

Nur menjelaskan, pada momentum Hari Bumi tahun ini, WALHI juga meluncurkan kampanye Rimba Terakhir.

Kampanye itu bertujuan untuk menyelamatkan hutan agar generasi masa depan dapat melihat dan merasakan hutan rimba--bukan hanya membacanya di dalam catatan sejarah saja.

Zero waste city merupakan prinsip di mana sebuah kota tidak mengangkut hasil pengelolaan sampah ke tempat pembuangan akhir.

Zero waste berarti mendesain dan mengelola produk dan proses secara sistematis untuk mengurangi, serta menghindari besarnya volume dan racun dari sampah, dengan tidak membakar ataupun menimbunnya.

"Sistem ekonomi sirkular adalah sebuah sistem pengelolaan ekonomi tanpa menyisakan sampah dari pengelolaan produksi, kemudian distribusi selanjutnya dikonsumsi. Sesudah dikonsumsi kemudian didaur ulang atau gunakan ulang," jelas Nur.

Selain di Kota Medan, Hari Bumi juga diperingati oleh WALHI dan organisasi masyarakat lainnya di berbagai daerah antara lain, Maluku Utara, NTB, NTT, Sumsel, Jambi, Riau, Babel,Bengkulu, Aceh, Kaltim, Kalbar, Kalteng, Yogyakarta, Jatim, Jakarta, Sulsel, Sultra dan Sulteng.

Sumber: ANTARA




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID