logo rilis
Hari Anti-Narkoba Internasional, BNN Sebut Bisnis Narkoba Menggiurkan
Kontributor

12 Juli 2018, 09:50 WIB
Hari Anti-Narkoba Internasional, BNN Sebut Bisnis Narkoba Menggiurkan
Menkopolhukam Wiranto hadir bersama para tamu undangan yang hadir dalam acara HANI 2018. FOTO: Istimewa.

RILIS.ID, Bogor— Badan Narkotika Nasional (BNN) menggelar puncak peringatan Hari Anti-Narkotika Internasional (HANI) di Balai Besar Rehabilitasi BNN, Cigombong Bogor, Jawa Barat pada Kamis (12/7/2018).

Hadir dalam acara tersebut, Mekopolhukam Wiranto, Mendagri Tjahjo Kumolo, Mendes PDT Eko Putro Sandjojo, Ketua KPK Agus Rahardjo dan Ketua ORI Amzulian Rifai.

Kepala BNN, Haru Winarko, mengatakan penyalahgunaan narkoba sekarang ini sudah memprihatinkan. Karena, banyaknya pintu masuk di jalur-jalur ilegal untuk peredaran narkotika.

"Dan, bisnis ini sangat menggiurkan," kata Heru dalam acara tersebut

Menurutnya, harga ilegal narkoba di tempat produksinya sebesar Rp40 ribu per gram. Lalu, sampai di Jakarta bisa dijual sampai Rp1,5 juta per gramnya.

Coba bayangkan saja, kata dia, untuk biaya antar narkoba per kilogramnya Rp25 juta. Dan, kala misal mereka membawa 10 kilogram, maka pendapatannya sampai Rp250 juta.

"Di Indonesia ini, permintaan besar dan harga mahal. Makanya, jadi daya tarik utama peredaran narkoba," ujarnya.

Merujuk hasil riset BNN dan Pusat Penelitian Kesehatan Universitas Indonesia (UI) pada 2017, angka prevalensi pengguna narkoba mencapai 1,77 persen atau 3-3,7 juta orang.

Jumlah ini, kata dia, dari total populasi di Indonesia pada usia 10-59 tahun. Ini menunjukkan bahwa kondisi masyarakat masih cukup rentan atas penyalahgunaan narkoba.

BNN mengusung dua tema besar pada peringatan HANI 2018. Yakni Listen First – Listening to Children and Youth is The First Step to Help Them Grow Healthy and Safe.

Serta Menyatukan dan Menggerakkan Seluruh Kekuatan Bangsa dalam Perang Melawan Narkotika untuk Mewujudkan Masyarakat Indonesia yang Sehat tanpa Narkotika.

Heru mengatakan, acara HANI sendiri berlangsung sejak 26 Juni lalu. Namun, puncak acara baru bisa berlangsung hari ini, karena kemarin waktunya berdekatan dengan Pilkada dan Hari Raya Idul Fitri 2018.




Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)





2019 | WWW.RILIS.ID