logo rilis

Harga Telur Ayam di NTT Sulit Dikendalikan
Kontributor
Kurnia Syahdan
19 Juli 2018, 11:20 WIB
Harga Telur Ayam di NTT Sulit Dikendalikan
Ilustrasi telur. FOTO: Instagram.com

RILIS.ID, Kupang— Pemerintah Provinsi Nusa Tenggara Timur mengaku kesulitan mengendalikan harga telur ayam yang hingga saat ini masih berada pada harga Rp60 ribu per raknya.

"Kami kesulitan mengendalikan harga telur di pasar saat ini. Hal ini karena kenaikan harga telur terjadi pada tingkat Produsen yang lokasinya ada di Surabaya, Jawa Timur," kata Kepala Bidang Perdagangan Dalam Negeri, Dinas Perdagangan NTT, Kirenius Tallo, di Kupang, Kamis (19/7/2018).

Kenaikan harga telur ayam itu dikarenakan saat dipasok ke NTT kondisinya memang sudah mengalami kenaikan harga.

Ia menambahkan, NTT harusnya memiliki pengusaha-pengusaha telur sehingga pasokan telur tidak berasal dari daerah lain.

"Jika kondisinya seperti ini, mau bagaimana lagi. Sebab selama ini banyak barang kebutuhan pokok untuk NTT di datangkan dari Surabaya dan daerah lainnya," tambahnya.

Tallo mengatakan, masyarakat di provinsi berbasis kepulauan itu tidak perlu resah, karena menurutnya kenaikan telur ayam itu tidak akan berlangsung lama.

Beberapa pekan terakhir, harga telur ayam di NTT terus mengalami kenaikan. Harga telur sampai saat ini bertahan pada harga Rp60 ribu per rak yang isinya 30 butir.

Pedagang telur ayam di pasar Naikoten Kota Kupang, Markus, mengaku pada akhir Juni harga telur ayam di daerah itu hanya mencapai Rp55 ribu per rak.

Namun memasuki bulan Juli, harga telur ayam di pasar tradisional mulai beranjak naik menjadi Rp58 ribu per rak dan memasuki pertengahan Juli, harga telur mencapai Rp60 ribu per rak dan bertahan hingga saat ini.

"Tetapi walaupun harganya naik, permintaan telur terus meningkat," katanya.
 

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)