logo rilis
Harga Gas Beragam, Indef: Business Plan Holding Migas Harus Jelas
Kontributor
Ainul Ghurri
26 Maret 2018, 23:24 WIB
Harga Gas Beragam, Indef: Business Plan Holding Migas Harus Jelas
FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Eksekutif Institute for Development and Finance (Indef), Enny Sri Hartati, menegaskan, pemerintah harus mempunyai target jelas pembentukan induk usaha (holding) di sektor minyak dan gas bumi (migas). Pasalnya, ia menyoroti harga gas yang beragam di sejumlah daerah Indonesia.

"Holding harus diterjemahkan secara konkret, dan pemerintah harus punya konsep yang jelas apa yang dituju," katanya di Hotel Century Park Senayan, Jakarta, Senin (26/3/2018).

Menurutnya, tanpa konsep dan tujuan yang jelas, pembentukan holding migas bakal jadi lahan bagi-bagi 'kue' untuk para pemangku kepentingan. "Justru kalau tidak hati-hati, memudahkan terjadinya moral hazard terkait praktik korupsi kolusi dan nepotisme (KKN) dalam perusahaan holding nanti, karena pengendaliannya cuma satu," ujarnya.

Untuk itu, Enny meminta pemerintah menjelaskan kepada publik mengenai target-target yang ingin dicapai dari holding tersebut. Menurutnya, peleburan Perusahaan Gas Negara (PGN) dalam holding migas dengan Pertamina, tidak begitu saja memperkuat kendali pemerintah terhadap perusahaan gas tersebut.

Enny menilai, ketika pemerintah sebagai pemegang saham mayoritas PGN, perusahaan gas itu masih belum menjalankan kewajibannya membangun infrastruktur gas.

"Saat jadi pemegang saham mayoritas, pemerintah tidak punya veto terhadap business plan PGN. Artinya, memang sekadar pemegang saham mayoritas pun belum tentu menjawab holding," tutupnya. 

Editor: Intan Nirmala Sari


500
komentar (0)