logo rilis
Harga Beras Turun Tak Seberapa, Ini Alasan BPS
Kontributor
Intan Nirmala Sari
20 Maret 2018, 20:58 WIB
Harga Beras Turun Tak Seberapa, Ini Alasan BPS
FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Kepala Badan Pusat Statistik (BPS) Suhariyanto mengatakan, harga beras mulai mengalami penurunan sejak Maret 2018. Namun, indikasi tersebut belum berdampak signifikan di masyarakat lantaran belum mencapai harga yang diharapkan. 

Menurut pria yang akrab disapa Kecuk, indikasi penurunan harga memang sudah tampak, meskipun belum sampai pada titik harga yang diharapkan masyarakat umum. Pada Februari 2018, kontribusi beras terhadap laju inflasi sendiri masih besar, diikuti cabai dan bawang putih kendati pengaruhnya tidak sebesar beras.

Berdasarkan data BPS, harga beras kualitas premium di penggilingan selama Februari naik 0,31 persen menjadi Rp10.382 per kilogram, dari bulan sebelumnya sebesar Rp10.350 per kilogram. Sedangkan, untuk beras kualitas medium naik 0,37 persen menjadi Rp10.215 per kilogram, dari bulan sebelumnya yakni Rp10.177 per kilogram. Sedangkan untuk kualitas rendah, naik 1,99 persen menjadi Rp9.987 per kilogram dari Januari yakni Rp9.793 per kilogram.

"Beras kualitas premium naik 0,31 persen, medium naik 0,37 persen. Beras kualitas rendah alami kenaikan 1,99 persen. Sehingga, harga beras kualitas rendah mencapai Rp9.987per kilogram," jelasnya.

Untuk cabai sendiri, Kecuk menilai salah satu faktor penyebab fluktuasi pada komoditas tersebut karena produksi beras yang masih terkonsentrasi di beberapa provinsi saja.

"Perlu disadari, produksi cabai itu hanya terkonsentrasi di beberapa provinsi. Dalam hal ini, distribusi barang itu berpengaruh besar. Saya yakin, dengan keberhasilan pemerintah tahun lalu saya berharap stabil," kata Kecuk.
 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)