Home » Bisnis

Harga Bawang Merah di Retail Tak Bisa Jadi Acuan Nasional

print this page Kamis, 7/12/2017 | 17:47

Ditjen Hortikultura Kementan Spudnik Sujono (kemeja putih) saat panen bawang merah bersama petani di Purbalingga, Jawa Tengah. FOTO: RILIS.ID/Fatah Sidik

RILIS.ID, Jakarta— Direktur Jenderal Hortikultura Kementerian Pertanian (Kementan), Spudnik Sujono, menyatakan, tingginya harga bawang merah di sejumlah pasar di Jakarta tak bisa menjadi acuan nasional. Rerata harga di pasar retail Jakarta tersebut berkisar Rp29.474 per kilogram.

"Kami memastikan, pantauan harga yang cenderung tinggi di beberapa pasar di DKI Jakarta, tidak dapat menggambarkan kondisi riil yang dapat dijadikan acuan harga nasional," ujarnya di Jakarta, Kamis (7/12/2017). Alasannya, koefisien variannya (CV) berkisar 2,5 persen atau tergolong fluktuasi sangat rendah.

Faktor lain, harga bawang merah di tingkat petani di sejumlah sentra produksi cenderung rendah. Misalnya, di Demak dan Cirebon berkisar Rp8.000-Rp9.000 per kilogram serta rata-rata nasional Rp13.200 per kilogram.

Harga tersebut, ungkap Spudnik, jauh lebih rendah dibandingkan periode sama 2016 yang mencapai Rp23.512 per kilogram. Namun, stabilitas harga turut terjadi di Pasar Induk Kramat Jati Jakarta sekira Rp16.000-Rp17.000.

Selain itu, menurutnya, harga bawang merah bakal tetap stabil pada akhir tahun 2017 hingga awal 2018, karena petani masih bergairah untuk bertanam, meski di musim hujan. Alhasil, mendorong luas lahan tanam dan panen.

"Di musim penghujan sekarang berbeda, masyarakat menikmati harga bawang merah yang terjangkau dan minim fluktuasi," ungkapnya menjelaskan manfaat dari kian luasnya areal tanam dan panen tersebut.

Berdasarkan pantauan harian Ditjen Hortikultura atas tanaman dan panen se-Indonesia, penambahan luas tanam bawang merah terjadi di sejumlah sentra. Di antaranya, Brebes, Demak, Bangli, Enrekang, Solok, dan lainnya. Adapun luas tanam pada November dan Desember mencapai 25 ribu hektare untuk panen Januari-Maret 2018. Terluas di wilayah Bangli.

Untuk prognosis, Ditjen Hortikultura mencatat, produksi bawang merah Desember 2017 mencapai 123.849 ton dengan neraca 14.412 ton. Sedangkan Januari, neraca mencapai 16.308 ton. Malah, tengah terjadi panen dengan skala luas di Demak, Cirebon, Solok, dan Brebes.

Kendati begitu, mantan Sekretaris Ditjen Tanaman Pangan Kementan ini menegaskan, pihaknya tetap mewaspadai pergerakan harga di 43 pasar retail di Jakarta. Pertimbangannya, berpotensi mempengaruhi harga di kota-kota lainnya.

Penulis Fatah Sidik

Tags:

KementanDitjen Hortikultura KementanSpudnik SujonoBawang Merah