logo rilis
Harga Anjlok, Petani Kopra di Ambon Mengeluh
Kontributor
Kurniati
02 Mei 2018, 14:46 WIB
Harga Anjlok, Petani Kopra di Ambon Mengeluh
Ilustrasi kopra. FOTO: Instagram/@oedhienz

RILIS.ID, Ambon— Para petani kopra di Kota Ambon, mengeluhkan anjloknya harga komoditi perkebunan tersebut pada beberapa bulan terakhir ini.

"Bagaimana mau menjual kopra kalau harganya anjlok hingga Rp6.200 per kilogram," kata Jonathan, petani asal Desa Amahai, Kabupaten Maluku Tengah, di Ambon, Rabu (2/5/2018).

Dia memutuskan menjual kopra di Ambon karena memperkirakan harga komoditi perkebunan ini bervariasi Rp8.500 hingga Rp9.000 per kilogram.

"Saya diberitahu rekan petani asal Kabupaten Seram Bagian Barat (SBB) bahwa kopra di Ambon di atas Rp8.000 per kilogram, makanya memutuskan menjual di ibu kota provinsi Maluku," ujar Jonathan.

Padahal, hasil menjual kopra direncanakan membelanjakan bahan material rumah dan sisanya biaya pendidikan anak.

"Saya membawa tiga ton kopra dengan biaya transportasi umayan mahal dan setelah tiba di Ambon mendengar harganya anjlok, makanya menitipkan sementara di rumah saudara di Desa Passo," kata Jonathan.

Salah seorang petani asal Desa Latu, Kabupaten SBB, Husein, meresahkan anjloknya harga kopra sehingga mempengaruhi pendapatannya.

"Harga Rp6.200 per kilogram itu mau membelanjakan apa dengan tingkat kemahalan barang-barang di Ambon saat ini," ujarnya.

Dia mengimbau Organisasi Perangkat Daerah (OPD) teknis, agar memperhatikan fluktuasi harga komoditi perkebunan Maluku ini yang sering meresahkan petani.

"Kami mengeluarkan biaya relatif besar karena membayar ongkos petik hingga daging kelapa menjadi kopra, makanya bila harganya Rp6.200 per kilogram itu berarti petani mengalami kerugian," pungkasnya.

Sumber: ANTARA


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)