logo rilis
Hanya Ini yang Bisa Bikin Ganjar Kalah
Kontributor
Sukma Alam
31 Maret 2018, 09:15 WIB
Hanya Ini yang Bisa Bikin Ganjar Kalah
Ganjar Pranowo. FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Semarang— Pengamat politik dari Universitas Gadjah Mada, Ari Sujito, meminta pasangan Calon Gubernur Jawa Tengah Ganjar Pranowo dan Taj Yasin Maimoen mewaspadai kasus korupsi e-KTP. Pasalnya, kasus itu dapat digunakan oleh lawan politik untuk melemahkan elektabilitasnya.

"Isu e-KTP paling potensial digunakan pasangan calon Sudirman Said-Ida Fauziyah untuk melemahkan Ganjar-Yasin," katanya di Semarang, Sabtu (31/3/2018).

Ia menyebutkan, ampuh tidaknya isu e-KTP ini tergantung banyak faktor, seperti cara "menggoreng" hingga sasaran tembak, bahkan reaksi balik Ganjar dan konfigurasi politik nasional juga turut memengaruhi.

"Mereka (Sudirman-Ida) pasti akan menggoreng itu (kasus korupsi e-KTP), cuma mempan apa tidak tergantung cara bereaksi dan konfigurasi politik nasional karena Jateng ini salah satu barometer nasional," ujarnya.

Kendati demikian, Ari mewanti-wanti Sudirman-Ida untuk berhati-hati karena bisa jadi pemanfaatan isu e-KTP tersebut malah berujung pada kampanye hitam dan justru menjadi blunder.

"Ya bisa kalau dia menyatakan sesuatu yang tidak ada bukti, mengada-ada dan menyerang pribadi itu menjadi black campaign, harus hati-hati kalau terjebak kampanye hitam kan blunder juga," katanya.

Terkait dengan serangan kasus korupsi e-KTP, Ari menyarankan Ganjar untuk easy going dan tidak bereaksi berlebihan.

"Ganjar pasti akan diserang dengan e-KTP, tapi yang penting selama proses hukum Ganjar tidak bersalah, tidak macam-macam, easy going saja tidak perlu reaksioner," ujarnya.

Sepanjang pengamatan Ari, isu e-KTP masih bermain di tingkatan kalangan masyarakat menengah, baik produsen isu maupun sasaran, padahal yang paling penting adalah kalangan bawah atau grass root

Dalam menghadapi isu e-KTP, menurut Ari, Ganjar harus mampu menyolidkan barisannya dan harus mampu membuat satu narasi tunggal untuk menjawab pertanyaan tentang kasus korupsi tersebut.

"Ganjar harus punya tim solid untuk memberi jawaban yang solid kalau ada pertanyaan, jangan jawaban berbeda-beda. karena bagaimanapun itu isu yang pasti akan digoreng sehingga jawaban harus satu suara," katanya.

Pada Pilgub Jateng 2018, pasangan cagub Ganjar Pranowo-Taj Yasin Maimoen yang diusung PDI Perjuangan, PPP, Partai Nasdem, Partai Demokrat, dan Partai Golkar mendapat nomor urut 1.
 

Sumber: ANTARA


500
komentar (0)