logo rilis
Hanura Minta Jokowi Jangan Terjebak Survei
Kontributor
Nailin In Saroh
18 April 2018, 08:59 WIB
Hanura Minta Jokowi Jangan Terjebak Survei
Presiden Republik Indonesia, Joko Widodo (Jokowi). FOTO: RILIS.ID/Indra Kusuma

RILIS.ID, Jakarta— Media Survei Nasional (Median) merilis hasil survei elektabilitas calon presiden dan wakil presiden 2019. Hasilnya menunjukkan elektabilitas Joko Widodo (Jokowi) unggul dibanding tokoh lain. Namun, elektabilitas Jokowi stagnan dan 46,37 persen responden menginginkan presiden baru.

Menanggapi hasil survei itu, Wakil Ketua Umum Hanura, I Wayan Gede Pasek Suardika memaparkan, terdapat dua jenis survei yang berseliweran. Sehingga pihaknya kerap kesulitan menilai itu survei murni atau pengkondisian opini.

Menurutnya, ada survei untuk memotret realitas hari ini dan ada survei untuk penggalangan opini kepentingan nanti. "Nah tinggal dilihat saja kualitas lembaganya untuk menilai track record survei tersebut," ujar Gede Pasek saat dihubungi di Jakarta, Rabu (18/4/2018).

Karena itu, Gede Pasek meminta agar Presiden Jokowi bersama pemerintah fokus saja dengan penuntasan target kerja. Apalagi, dengan kondisi global yang sedikit mengkhawatirkan dengan perang di Suriah saat ini.

Sebab, kata dia, politik yang baik adalah dengan bekerja dan mengkomunikasikan secara maksimal kepada rakyat. Selama ini, menurutnya, Presiden Jokowi mampu melakukannya dengan baik.

"Saya kira Pemerintahan Jokowi jangan terjebak pada apa pun yang diumumkan haRi ini oleh berbagai lembaga survei baik yang berkualitas maupun yang dadakan untuk penggalangan opini," tegas Senator asal Bali itu.

Di sisi lain, Gede Pasek membeberkan, dari berbagai survei yang ada, justru realitasnya Jokowi sampai saat ini tidak memiliki lawan yang seimbang untuk pemilihan presiden (pilpres) nanti. Sehingga, kalau tiba-tiba dikondisikan Joko Widodo surveinya rendah tentu menjadi lucu.

"Pak Prabowo juga baru saja deklarasi maju lagi. Sehingga jelas belum terukur berapa elektabilitas terkininya. Kalau memang dianggap rendah ya silakan saja AHY Cak Imin, Zul Hasan, Gatot Nurmantyo untuk maju jangan bermain di cawapres," kata Gede Pasek.

Diluar hal tersebut, Gede Pasek menambahkan, Partai Hanura terus berupaya untuk menaikkan elektabilitas Jokowi secara signifikan. Ia melanjutkan, tugas Hanura sebenarnya memaksimalkan komunikasikan capaian hasil kerja Jokowi dikaitkan juga dengan tantangan yang ada selama ini baik di dalam negeri maupun global. "Sehingga rakyat bisa menilainya secara objektif," tutup Gede Pasek.

Editor: Sukardjito


Bagaimana menurut anda tentang artikel ini ?
500
komentar (0)